Dunia sepak bola Italia sempat dikejutkan oleh pengakuan salah satu legenda hidup mereka, Gianluca Zambrotta. Mantan bek sayap tangguh yang sukses membawa panji Juventus mendominasi Serie A ini harus mengambil keputusan besar terkait kesehatan jangka panjangnya. Dikenal luas memiliki postur kaki melengkung atau yang biasa disebut bentuk O, sang pemain kini blak-blakan soal operasi eksperimental yang harus ia jalani akibat rasa sakit luar biasa yang sudah tidak tertahankan lagi dalam aktivitas sehari-hari.
Dilansir dari Football Italia, pria yang kini berusia 49 tahun tersebut menceritakan bagaimana kondisi fisik khasnya di masa lalu justru mendatangkan masalah besar setelah gantung sepatu. Jalur karier gemilang yang turut membawanya berseragam Barcelona dan AC Milan harus dibayar mahal dengan degenerasi kondisi fisik. Zambrotta mengungkapkan bahwa rasa nyeri di kakinya sudah mencapai titik di mana ia kesulitan sekadar naik dan turun tangga rumahnya sendiri.
"Orang-orang dulu mengenali saya pertama kali dari kaki saya, baru kemudian wajah saya," ujar Zambrotta sambil berseloroh kepada La Gazzetta dello Sport dan Corriere della Sera. Namun, ia menyadari bahwa kesehatan adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Ia bahkan mengakui seharusnya tindakan medis ini diambil satu dekade lebih cepat, mengingat situasinya semakin memburuk secara drastis pasca-pensiun dari lapangan hijau.
Proses pemulihan ini tidak dilakukan dalam waktu singkat oleh sang juara Piala Dunia 2006. Zambrotta tercatat sudah lebih dulu menjalani operasi pada kaki kirinya tepat setahun lalu, sebelum akhirnya kembali harus naik meja operasi untuk memperbaiki kondisi kaki kanannya. Pendekatan medis yang ia ambil ini ternyata berakar dari kondisi genetik keluarga yang cukup unik, di mana sang ayah, Alberto, turut mengikuti jejak langkah sang anak untuk memperbaiki struktur kaki mereka.
Kisah di balik ruang operasi ini semakin menarik perhatian publik karena faktor kebetulan yang luar biasa. Sang anak dan ayah memutuskan untuk menjalani prosedur operasi yang persis sama pada hari yang sama pula. Bertempat di institusi medis ternama Istituto Ortopedico Rizzoli di Bologna, keduanya saling menguatkan demi terbebas dari rasa sakit menahun yang selama ini membatasi ruang gerak mereka di luar lapangan.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang