Menghabiskan waktu selama 13 tahun di balik layar kesuksesan Chelsea tentu meninggalkan memori yang begitu masif. Paul Green, mantan petinggi klub yang baru saja membuka lembaran baru dalam kariernya, mengaku baru benar-benar menyadari betapa masifnya pencapaian tersebut setelah ia meninggalkan posisinya. Tumpukan medali kemenangan yang diraihnya selama mengabdi bahkan sempat dibiarkan tersimpan di dalam sebuah kotak di bawah tempat tidur sebelum akhirnya ia memutuskan untuk membingkainya.
Dilansir dari BBC Sport, perjalanan panjang Green di Stamford Bridge diwarnai dengan dominasi luar biasa bersama Emma Hayes, di mana mereka sukses mengamankan 19 gelar mayor. Di bawah kepemimpinan mereka, skuad wanita The Blues menjelma menjadi kekuatan paling ditakuti, termasuk merajai Women's Super League enam musim beruntun serta menembus partai puncak Liga Champions Wanita pada 2021 silam. Meski sempat pergi secara mengejutkan pada Februari lalu di tengah dinamika internal klub, ia tetap merasa bangga bisa meninggalkan tim dalam kondisi yang jauh lebih baik.
Kini, babak baru telah dimulai bagi pria yang turut berjasa mengorbitkan talenta-talenta lokal berbakat ini. Setelah sempat menghabiskan waktu bersama keluarga dan istirahat sejenak dari dunia si kulit bundar, ia resmi mengemban tugas anyar sebagai chief football officer di klub Amerika Serikat, Bay FC. Tawaran visi jangka panjang dari manajemen klub tersebut membuatnya tidak kuasa menolak, sekaligus membangkitkan memori masa-masa awal membangun dinasti kejayaan di London.
Tantangan berat langsung menanti di klub barunya yang saat ini masih berjuang di papan bawah klasemen Liga Sepak Bola Wanita Nasional. Berbekal pengalaman dua dekade di kancah sepak bola Eropa, Green bertekad untuk segera membenahi kedalaman skuad pada bursa transfer mendatang demi mendongkrak performa tim. Selain urusan teknis lapangan, pembenahan infrastruktur staf serta fasilitas latihan modern yang akan segera rampung menjadi prioritas utama demi menunjang ambisi klub.
Tidak hanya membahas masa depannya di Amerika Serikat, Green juga memberikan pandangan kritis terkait masa depan pemain muda Inggris. Ia menyoroti pentingnya program peminjaman yang tepat guna atau bahkan opsi penerapan tim cadangan di level bawah piramida kompetisi demi mengatasi minimnya menit bermain bagi talenta akademi. Diskusi mengenai masa depan pemain muda ini turut menjadi perhatian serius bagi federasi sepak bola Inggris menyusul kekhawatiran yang sempat diungkapkan oleh pelatih tim nasional.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang