Dunia sepak bola Inggris dihebohkan dengan pengakuan jujur dari ikon musik global yang juga pendukung seumur hidup Watford, yang secara terbuka meluapkan kekecewaannya. Musisi legendaris tersebut merasa sangat terpukul melihat penurunan performa drastis yang dialami oleh klub kesayangannya dalam beberapa pekan terakhir. Kemarahan dan kekecewaan ini muncul menyusul hasil minor di kandang sendiri yang membuat posisi tim semakin tertekan di papan klasemen.
Situasi klub berjuluk The Hornets ini memang tengah berada di titik nadir setelah menelan kekalahan telak empat gol tanpa balas dari Burnley di kandang sendiri. Hasil buruk tersebut memperpanjang catatan negatif mereka dengan tiga kekalahan beruntun di liga serta lima kekalahan dari enam pertandingan terakhir. Penampilan rapuh di lini belakang membuat gawang mereka sudah bobol tiga kali hanya dalam 25 menit pertama pertandingan, sebuah situasi yang memicu amarah suporter di tribun.
Dalam respons yang sempat diunggah melalui akun media sosial klub, sang musisi legendaris menyatakan rasa simpati mendalam kepada para pendukung setia yang harus menyaksikan kemunduran tim. Tekanan kini tentu semakin besar mengarah ke pundak pelatih Alessio Dionisi yang baru ditunjuk menukungi tim pada bulan Juni lalu dengan durasi kontrak dua tahun. Juru taktik asal Italia ini menjadi pelatih kepala permanen ke-12 klub sejak akhir musim 2020-2021, menunjukkan betapa tidak stabilnya kursi manajerial di Vicarage Road.
Padahal di awal musim, skuad asuhan Dionisi sempat menunjukkan secercah harapan dengan mengawali kompetisi secara positif. Mereka sempat mengamankan kemenangan kandang atas Southampton serta memetik hasil imbang saat bertamu ke markas Wrexham dan menjamu West Ham. Namun, konsistensi tersebut menguap begitu saja karena mereka kini hanya mampu mendulang poin dari satu laga saja dalam rentang waktu yang cukup panjang, termasuk kemenangan tipis atas Preston bulan lalu.
Keterpurukan ini membuat posisi klub semakin mengkhawatirkan di peringkat ke-20 klasemen sementara divisi Championship. Sebagai sosok yang pernah dua kali menjabat sebagai pemilik klub dan berjasa membawa tim menembus kasta tertinggi Liga Inggris bersama mendiang Graham Taylor, kepedulian sang maestro tentu beralasan. Tantangan berat kini berada di depan mata manajemen dan skuad utama untuk segera bangkit dari tekanan sebelum situasi di ruang ganti semakin memburuk.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang