Hubungan panas antara mantan pelatih Erik ten Hag dan Cristiano Ronaldo akhirnya diungkap secara terbuka ke publik. Juru taktik asal Belanda itu blak-blakan menyebut sang megabintang sempat mengecewakan tim pada periode keduanya di Manchester United. Dilansir dari ESPN FC, Ten Hag merasa rencana besar yang telah ia bangun bersama manajemen mendadak runtuh akibat sikap sang penyerang legendaris selama sesi latihan.
Ketegangan tersebut bermula ketika Ten Hag mengambil alih kursi kepelatihan Setan Merah pada 2022 silam. Dalam wawancara terbarunya, sang pelatih mengungkapkan bahwa Ronaldo sempat mangkir dari beberapa sesi latihan penting serta gagal mencapai standar kebugaran yang diwajibkan klub. Situasi semakin memanas pasca kekalahan memalukan 0-4 dari Brentford, di mana Ronaldo disebut enggan menyelesaikan menu lari tambahan yang diinstruksikan oleh staf pelatih tim.
Konflik internal ini mencapai puncaknya ketika penyerang asal Portugal itu melakukan wawancara kontroversial yang berujung pada pemutusan kontrak secara baik-baik. Ten Hag menegaskan bahwa keputusan tersebut murni diambil atas dasar pertimbangan rasional demi kepentingan skuad secara keseluruhan. Meski menaruh hormat besar kepada salah satu pencetak gol terhebat dalam sejarah sepak bola itu, ia tetap harus mengutamakan filosofi bermain tim di atas segalanya.
Lebih lanjut, pelatih yang kini menjabat sebagai direktur teknik FC Twente tersebut menyoroti penurunan kapasitas fisik Ronaldo yang dinilai tidak lagi mampu memenuhi tuntutan taktik modern. Ia menjelaskan bahwa sang pemain gagal menampilkan intensitas lari yang dibutuhkan, baik saat menguasai bola maupun ketika melakukan tekanan ke lini pertahanan lawan. Masalah kedisiplinan di tempat latihan juga turut memperkeruh suasana ruang ganti Setan Merah saat itu.
Kini, dinamika di Old Trafford telah berganti kepemimpinan setelah beberapa kali pergantian kursi pelatih hingga era kepelatihan Michael Carrick. Di sisi lain, Ronaldo yang kini tengah menghadapi sanksi skorsing dari tim nasional Portugal masih bersikeras menyatakan kesiapannya untuk kembali membela negaranya. Pengakuan jujur dari Ten Hag ini seolah membuka lembaran baru mengenai turbulensi internal yang sempat melanda raksasa Premier League tersebut.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang