Drama panas menghantam kubu Timnas Portugal setelah Cristiano Ronaldo secara mengejutkan meninggalkan kamp latihan di Kopenhagen. Keputusan kontroversial ini diambil sang megabintang usai terlibat perselisihan sengit dengan pelatih anyar Selecao, Jorge Jesus, jelang laga UEFA Nations League kontra Denmark. Dilansir dari FourFourTwo, situasi di dalam skuad mendadak memanas dan memaksa Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) turun tangan mengatasi friksi internal yang melibatkan sang kapten.
Akibat tindakan walk-out tersebut, dewan disiplin menjatuhkan sanksi skorsing selama 30 hari serta denda ringan di bawah £250 atau sekitar Rp5 Juta kepada peraih lima trofi Ballon d'Or itu. Hukuman ini langsung memicu tanda tanya besar di kalangan publik mengingat status krusial sang penyerang Al Nassr dalam rencana taktik timnas. Ketegangan bermula ketika Jesus dituding mengingkari janji sebanyak dua kali kepada pemain bintangnya tersebut, yang berujung pada aksi protes keras di luar lapangan hijau.
Melalui akun media sosial pribadinya, penyerang senior berusia 41 tahun itu secara terbuka meminta FPF agar tidak memberikan perlakuan istimewa dan siap menerima konsekuensi penuh. Ia juga membeberkan detail perselisihan termasuk daftar klaim yang menyoroti keputusan sang juru taktik dalam memperlakukannya saat sesi pemanasan. Di sisi lain, mantan juru taktik Saudi Pro League tersebut belum memberikan respons balasan terkait poin-poin tuduhan yang dilayangkan anak asuhnya ke publik.
Berdasarkan laporan Sky Sports News, masa hukuman skorsing ini ternyata sudah dihitung sejak hari kejadian pada 30 September lalu. Artinya, sang penyerang dipastikan memenuhi syarat untuk kembali memperkuat lini serang saat menghadapi Denmark pada 14 November mendatang. Situasi ini tentu menjadi angin segar bagi skuad asuhan Jorge Jesus yang tengah memburu hasil maksimal demi mengamankan posisi di klasemen grup UEFA Nations League.
Meski sanksi hampir tuntas, masa depan sang ikon di level internasional masih menyisakan teka-teki terkait rencana laga perpisahan yang sempat disinggungnya. Sang pemain menegaskan bahwa aturan federasi berlaku sama bagi siapa saja tanpa memandang status besar seorang atlet. Para pendukung kini hanya bisa menunggu apakah duel bulan depan bakal menjadi panggung penutup sang legenda bersama negaranya.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang