Stadion di Baku, Azerbaijan, bergemuruh ketika Timnas Indonesia U-15 tampil tanpa rasa takut menghadapi raksasa Eropa, Portugal. Pasukan racikan pelatih Furqon Alkatiri langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit awal, memperagakan kombinasi operan pendek rapi dari kaki ke kaki yang dimotori oleh gelandang kreatif Rendra Maulana di lini tengah.
Meski mampu mengimbangi permainan lawan, Garuda Muda justru kecolongan lebih dulu di babak pertama. Memasuki menit ke-20, gawang Indonesia jebol setelah barisan pertahanan kurang sigap menyambar bola liar hasil tendangan bebas lawan yang sempat membentur mistar gawang. Portugal yang tampil sangat efektif sukses menutup paruh pertama dengan keunggulan tipis.
Tertinggal satu gol, Timnas Indonesia langsung tancap gas di awal babak kedua untuk mencari gol penyama kedudukan. Rendra berulang kali menebar ancaman berbahaya ke jantung pertahanan lawan yang dikawal kiper Frederico Anjos, namun peluang demi peluang lewat tandukan maupun sepakan keras masih belum bersarang di jala gawang.
Asyik menyerang, lini belakang Garuda Muda kembali melakukan celah fatal ketika kesalahan kontrol bola dari Reganatha Harfi dimanfaatkan dengan baik oleh kubu lawan. Ruben Queiroz sukses mencetak gol kedua bagi Portugal pada menit ke-28, mengubah kedudukan menjadi 2-0 dan membuat posisi anak-anak asuh Furqon Alkatiri semakin berada di bawah tekanan berat.
Mental pantang menyerah diperlihatkan oleh para penggawa Merah Putih hingga detik-detik akhir pertandingan Piala Dunia U-15 dan FIFA Festival 2026 ini. Gol yang dinantikan akhirnya lahir pada menit ke-38 lewat sepakan keras sang kapten I Kadek Dwi, memanfaatkan assist brilian dari lemparan ke dalam Muhammad Hariri.
Sayangnya, sisa waktu dua menit terakhir tidak cukup bagi Garuda Muda untuk mencari gol kedua. Peluit panjang berbunyi dan memaksa Timnas Indonesia mengakui keunggulan tipis Portugal dengan skor akhir 1-2 dalam duel sengit tersebut.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang