Gennaro Gattuso meminta maaf kepada para pendukung Lazio setelah timnya menelan kekalahan telak 2-0 dari Mantova di Stadio Olimpico pada Minggu (10/8) malam WIB. Kekalahan ini membuat Lazio tersingkir di babak 64 besar Coppa Italia, sebuah hasil yang jelas di luar ekspektasi.

Pelatih asal Italia itu tidak menutup-nutupi kekecewaannya. Ia menyebut timnya seperti "dipukul di wajah" dan mengakui bahwa performa di babak pertama jauh dari kata memuaskan. "Kami menerima pukulan, dan saya menanggungnya. Sekarang, kepala tertunduk dan lanjutkan," ujar Gattuso kepada Sportmediaset, seperti dikutip dari Football Italia.

Gattuso menyadari bahwa hasil ini sangat kontras dengan pencapaian Lazio beberapa bulan lalu, ketika mereka tampil di final Coppa Italia. "Hanya beberapa bulan lalu, Lazio berada di final, dan hari ini kami tersingkir oleh tim Serie B. Ada beberapa peluang, tapi di babak pertama kami hanya melakukan segalanya setengah-setengah; kami tidak agresif," tambahnya.

Meski demikian, ia meminta semua pihak untuk tetap bersatu dan menjaga rasa memiliki terhadap klub. "Percayalah, para pemain bekerja dengan baik, tapi dalam 40 hari sulit untuk menyerap ide-ide. Malam ini kami dipukul di wajah, dan kami merasakannya. Kami tahu para penggemar tidak senang; kami berharap bisa membalikkan keadaan," tuturnya.

Menariknya, Gattuso menolak menjawab pertanyaan soal bursa transfer. Padahal, Lazio baru saja mengonfirmasi kedatangan Davide Frattesi, yang langsung diturunkan pada menit ke-71. "Saya tidak ingin membicarakan itu [bursa transfer], karena akan terlalu mudah untuk fokus pada apa yang kurang dari tim ini," pungkasnya.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Lazio yang berharap bisa bersaing di semua kompetisi musim ini. Dengan tersingkirnya Lazio, perjalanan mereka di Coppa Italia musim 2024-2025 pun harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Kini, fokus Gattuso dan pasukannya harus segera dialihkan ke kompetisi berikutnya untuk memperbaiki performa.