Gennaro Gattuso mengungkapkan kepuasan atas mentalitas Lazio setelah kemenangan dramatis 2-1 atas Udinese, sekaligus mengakui bahwa ia sudah tidak sabar menghadapi mantan klubnya, AC Milan. Kemenangan ini menjadi bukti kebangkitan Biancocelesti setelah kekalahan mengecewakan di Coppa Italia dari Mantova pada Agustus lalu.
Lazio sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Jesper Karlstrom di babak kedua. Namun, gol dari Davide Frattesi dan Albert Gudmundsson membalikkan keadaan dan mengamankan tiga poin penuh. Gattuso secara khusus memuji reaksi para pemainnya yang tidak menyerah meski berada dalam tekanan.
“Mentalitas dan keinginan. Kami membongkar segalanya dibandingkan tahun lalu, ketika ada master of the 4-3-3, dan kami mencoba melakukan sesuatu yang berbeda,” ujar Gattuso kepada Sky Sport, dengan kutipan via TuttoMercatoWeb.
“Para pemain melakukan hal-hal dengan baik. Apa yang kami coba usulkan tidak mudah, tetapi tim ini hidup.”
Pelatih asal Italia itu juga berterima kasih kepada Presiden Claudio Lotito dan direktur olahraga Angelo Fabiani atas kerja keras mereka di bursa transfer. Menurut Gattuso, Lazio berhasil menyelesaikan kampanye transfer yang awalnya tampak mustahil.
“Dengan kesulitan besar, kami melakukan bursa transfer yang kami pikir tidak bisa kami lakukan. Saya harus berterima kasih kepada dia dan Fabiani; mereka pantas mendapatkan kredit besar untuk para pemain yang datang.”
Kini, Gattuso bersiap untuk pertemuan emosional dengan AC Milan, klub yang membesarkan namanya selama 12 tahun sebagai pemain.
“Sebagai anak kecil, saya ingat parade setelah pertandingan melawan Steaua bersama ayah saya. Bagi saya, itu selalu menjadi kehormatan dan mimpi yang berlangsung 12 tahun,” kenangnya.
“Semua kasih sayang dan kegembiraan tidak bisa dilupakan, tetapi hari ini saya memiliki pekerjaan lain dan pada hari Minggu saya berharap bisa mengambil poin dari tim yang saya cintai.”
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang