Dukungan besar datang menghampiri langkah Gianni Infantino dalam misi mempertahankan kursi kepemimpinan tertinggi sepak bola dunia. Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, secara terbuka menyatakan komitmen penuh untuk mendukung pencalonan kembali sang presiden dalam Kongres yang berlangsung di Tokyo. Sikap bulat dari Asia ini tentu menjadi suntikan moral yang sangat masif bagi sang tokoh utama di tengah dinamika politik organisasi yang sedang memanas.
Keputusan bulat dari AFC ini sekaligus menandai perubahan arah yang cukup drastis jika merujuk pada ketegangan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Hanya berselang dua bulan setelah sempat melayangkan kritik tajam bersama petinggi UEFA dan Concacaf terkait rencana kontroversial penjualan turnamen kepada investor swasta, pimpinan sepak bola Asia tersebut memilih untuk melupakan masa lalu. Dalam pertemuan di Jepang, ia menegaskan bahwa seluruh anggota di benua kuning siap melangkah bersama dan bersatu demi masa depan yang lebih baik di bawah kepemimpinan Sheikh Salman yang mewakili suara mayoritas anggotanya.
Manuver politik ini diprediksi bakal menjadi penentu krusial dalam peta kekuatan menuju pemilihan presiden mendatang di Rabat pada bulan Maret. Dengan basis kekuatan yang sudah mapan di Afrika dan Amerika Selatan, tambahan dukungan masif dari Asia memberikan garansi stabilitas politik yang sangat dibutuhkan untuk mengamankan masa jabatan berikutnya. Terlebih lagi, batas akhir pendaftaran kandidat penantang kian dekat, membuka peluang besar bagi petahana untuk melenggang tanpa pesaing berarti di bursa pemilihan.
Meski jalan menuju kursi kepemimpinan tampak semakin mulus, tekanan dari kubu Eropa masih menyisakan pekerjaan rumah tersendiri yang harus diselesaikan. UEFA sebelumnya telah memberikan tenggat waktu tegas kepada FIFA untuk segera merilis dokumen penting serta menjawab segala pertanyaan terkait transparansi tata kelola organisasi. Di sisi lain, tawaran peningkatan dana pengembangan sepak bola global senilai USD 3,4 miliar atau setara dengan sekitar Rp52,7 Triliun digulirkan untuk meredam ketegangan sekaligus memulihkan kepercayaan berbagai pihak yang sempat merenggang.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang