Awal musim Formula 1 di paruh akhir tahun ini menyajikan drama internal yang menarik di kubu Ferrari. Sang juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton, secara terbuka mengakui bahwa dirinya tertinggal dari rekan setimnya, Charles Leclerc, akibat persoalan setelan mobil dalam beberapa balapan terakhir. Kendala teknis ini membuatnya kehilangan banyak poin krusial di papan atas klasemen.

Pada balapan GP Amerika Serikat di Austin, Hamilton harus puas finis di posisi keempat setelah kalah pace dari Leclerc yang sukses merebut podium kedua di belakang pemenang lomba, Kimi Antonelli. Pola serupa juga sempat terjadi di Singapura, di mana Hamilton tampil dominan di sesi latihan bebas sebelum akhirnya keteteran saat sesi kualifikasi Q3 yang krusial.

Dilansir dari Sky Sports, Hamilton menjelaskan bahwa masalah utama yang dihadapinya bersumber dari ketidaksempurnaan set-up mobil. Meskipun merasa performa balapnya sudah cukup kompetitif secara personal, ia kerap kesulitan menemukan keseimbangan kecepatan rendah pada dua stint awal balapan di Circuit of the Americas. Masalah understeer parah membuatnya kehilangan banyak waktu di tikungan-tikungan krusial.

Di sisi lain, Leclerc juga merasakan penyesalan tersendiri karena gagal mengamankan pole position akibat kesulitan memanaskan ban di Q3. Meski demikian, prinsipal tim Frederic Vasseur tetap optimistis melihat kecepatan mobil SF-26 yang kompetitif sejak sesi latihan bebas, dan berharap timnya mampu memperbaiki performa kualifikasi demi meraih hasil maksimal di GP Meksiko mendatang.