Ketika Arsenal mengonfirmasi bahwa William Saliba harus menepi lebih lama akibat cedera punggung kronis, kepanikan sempat melanda publik Stadion Emirates. Maklum, bek asal Prancis itu merupakan pilar krusial di jantung pertahanan bersama Gabriel Magalhaes yang mengantar Meriam London meraih gelar juara Premier League musim lalu. Namun, delapan laga berlalu di kompetisi baru, gawang skuad asuhan Mikel Arteta justru menjadi yang paling sedikit kebobolan.

Transformasi lini belakang yang tetap solid ini tidak lepas dari penampilan gemilang Ezri Konsa. Didatangkan dari Aston Villa seharga sekitar Rp1,1 Triliun pada Agustus lalu, keputusannya sempat memicu tanda tanya besar dari para suporter dan pengamat. Banyak pihak mempertanyakan urgensi perekrutan bek berusia 29 tahun tersebut di tengah melimpahnya stok pemain bertahan. Akan tetapi, keraguan itu kini berubah menjadi pujian setelah ia langsung nyetel dengan skema permainan tim.

Pelatih Mikel Arteta bahkan tidak ragu melayangkan pujian setinggi langit atas adaptasi kilat sang bek tengah tanpa menjalani pramusim yang memadai. Berdasarkan data statistik, Konsa memegang rekor akurasi operan tertinggi di Premier League musim ini dengan persentase mencapai 96 persen dari total 324 umpan. Konsistensi ini membuktikan bahwa kebijakan transfer klub untuk merekrut pemain yang berada di usia puncak karier terbukti tepat sasaran.

Performa puncaknya kian nyata ketika ia sukses mencetak gol perdana berseragam Meriam London saat menggilas Everton akhir pekan kemarin. Duetnya bersama Gabriel di lini belakang tidak hanya kokoh dalam bertahan, tetapi juga tajam dalam membantu serangan, mengulangi memori manis saat lini pertahanan Arsenal mencetak gol ganda di laga liga. Kehadiran mantan pilar Aston Villa ini membuat absennya Saliba sama sekali tidak menurunkan kualitas permainan tim secara keseluruhan.

Tantangan besar berikutnya tentu akan datang ketika Saliba akhirnya pulih dan kembali merumput bersama skuad utama. Kendati demikian, fleksibilitas taktik yang dimiliki Konsa—termasuk kemampuannya beroperasi sebagai bek kanan—memberikan opsi melimpah bagi Arteta untuk meracik strategi. Dilansir dari BBC Sport, persaingan sehat di lini belakang ini justru menjadi modal berharga bagi Meriam London untuk terus mempertahankan konsistensi di papan atas klasemen.