Malam penghargaan Ballon d'Or di London mendadak menjadi saksi sejarah baru ketika Harry Kane dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia. Penyerang andalan Bayern Munchen ini sukses memutus penantian panjang selama 25 tahun bagi sepak bola Inggris untuk kembali melihat anak negaranya mengangkat trofi prestisius tersebut sejak Michael Owen pada 2001 silam.

Gelar ini mendarat di tangan Kane berkat performa luar biasa musim lalu dengan catatan 73 gol untuk level klub dan tim nasional. Dalam perburuan trofi dari majalah France Football ini, Kane berhasil mengungguli bintang Real Madrid Kylian Mbappe serta wonderkid Barcelona Lamine Yamal yang harus puas berada di bawahnya.

Suasana sempat memanas dan diwarnai kehebohan beberapa jam sebelum seremoni dimulai. Situs resmi Ballon d'Or secara tidak sengaja menerbitkan tiga artikel terpisah yang masing-masing mengumumkan Kane, Yamal, dan Mbappe sebagai pemenang. Tak hanya itu, kekacauan lalu lintas di kota London juga sempat membuat jalannya acara harus mengalami penundaan selama 45 menit dari jadwal semula.

Meskipun diwarnai drama kebocoran artikel dan kemacetan, momen penobatan tetap berjalan emosional bagi sang penyerang. Di atas panggung, ia mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam dan hampir kehabisan kata-kata atas dukungan luar biasa yang mengantarkannya pada pencapaian tertinggi dalam karier profesionalnya.

Dilansir dari Sky Sports, kesuksesan penyerang berusia matang ini menempatkannya dalam jajaran legenda Britania Raya terdahulu seperti Stanley Matthews, Bobby Charlton, dan Kevin Keegan. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan dominasinya sebagai salah satu mesin gol paling mematikan di Eropa saat ini.