Tekanan di kursi kepelatihan Manchester United rupanya mulai memanaskan bursa manajer Eropa. Dilansir dari Sky Sports, manajemen Setan Merah dikabarkan harus merogoh kocek kompensasi hingga £6 juta atau sekitar Rp120 Miliar jika berniat memboyong Eddie Howe ke Old Trafford untuk menggantikan posisi Michael Carrick. Ketertarikan ini tampaknya bukan sekadar rumor angin lalu, mengingat sang juru taktik disebut-sebut telah memantau jalannya laga Setan Merah belakangan ini.

Situasi internal klub peraih 20 gelar Liga Inggris itu memang tengah dalam sorotan tajam menyusul performa tim yang belum stabil. Di bawah kendali INEOS dan Sir Jim Ratcliffe, manajemen terus mengevaluasi opsi terbaik di kursi manajer. Nama Eddie Howe bersama Julian Nagelsmann kini berada di dalam daftar teratas yang memiliki dukungan kuat dari petinggi klub apabila pemecatan benar-benar terjadi dalam waktu dekat.

Berdasarkan laporan dari berbagai media Inggris, langkah manajer asal Inggris itu untuk pindah ke Old Trafford berpotensi melibatkan gerbong staf pelatih di belakang layar. Howe diyakini akan meminta seluruh staf kepelatihannya diikutsertakan jika tawaran resmi benar-benar datang. Di sisi lain, dinamika bursa transfer manajer juga merembet ke klub lain, termasuk spekulasi masa depan Crystal Palace yang turut memantau opsi pengganti jika terjadi pergantian kepemimpinan.

Bukan hanya soal kursi manajer, pergerakan bos besar Manchester City, Sheikh Mansour, turut menyita perhatian publik sepak bola. Sang pemilik kembali menggelontorkan dana segar sebesar £100 juta atau setara dengan Rp2 Triliun ke dalam City Football Group. Suntikan modal raksasa ini diberikan di tengah bergulirnya proses banding klub yang terus berjalan di ranah hukum sepak bola internasional.

Dinamika panas juga merambah kancah sepak bola Spanyol menyusul insiden kontroversial pada akhir pekan lalu. Otoritas LaLiga secara resmi akan melaporkan dugaan penyerangan menggunakan tiang bendera terhadap gelandang Real Madrid, Eduardo Camavinga, oleh seorang oknum pendukung Barcelona dalam duel El Clasico. Insiden di luar batas sportivitas ini menambah panjang daftar catatan hitam pengamanan pertandingan tensi tinggi di daratan Eropa.