Tiga pertandingan sudah dilalui Hull City di Premier League musim 2025-26. Hasilnya? Tujuh poin dari sembilan yang tersedia, tiga clean sheet beruntun, dan cuma terpaut dua angka dari Manchester City di puncak klasemen. Wajar jika para pendukung The Tigers mulai bermimpi.
Pelatih Sergej Jakirovic pun sempat bercanda saat ditanya peluang timnya bersaing di papan atas. "Mungkin kami ditargetkan berebut tiket Liga Champions?" ujarnya di BBC Match of the Day, sebelum buru-buru menambahkan, "Tidak, tentu masih terlalu dini."
Ya, tiga laga memang sampel yang terlalu kecil untuk memprediksi nasib sebuah klub. Namun, sejarah mencatat tak ada tim promosi yang terdegradasi setelah mengumpulkan tujuh poin atau lebih dari tiga partai pembuka Premier League. Bahkan dari seluruh tim, hanya tiga yang bernasib apes setelah memulai semusim sebaik itu.
Kemenangan atas Manchester United di laga perdana menjadi suntikan kepercayaan diri terbesar. "Itu memberikan keyakinan kepada semua orang," aku bek John Egan. Hasil imbang 0-0 melawan Aston Villa di MKM Stadium akhir pekan kemarin makin menegaskan bahwa Hull bukan tim yang mudah ditaklukkan.
Perjalanan dari Nyaris Degradasi ke Premier League
Musim lalu, Hull nyaris terlempar ke League One dan hanya selamat karena selisih gol. Enam belas bulan kemudian, mereka berani jual mahal di kasta tertinggi. Transformasi ini tidak lepas dari sentuhan Jakirovic, yang datang saat klub masih terkena sanksi transfer dan hanya bisa mengandalkan pemain gratis serta pinjaman.
Hasilnya, Hull menembus play-off dan menyingkirkan Millwall yang finis tiga peringkat di atas mereka. Gol dramatis Oli McBurnie di menit akhir melawan Middlesbrough memastikan tiket promosi. Musim panas ini, Hull menjadi klub paling sibuk dengan 18 rekrutan anyar senilai sekitar Rp2,55 Triliun (dari £150 juta). Enam di antaranya, termasuk gelandang Tim Iroegbunam seharga Rp374 Miliar (£22 juta) dari Everton, datang di hari penutupan bursa.
"Saya tahu inti tim ini adalah para pemain Championship," kata Jakirovic yang baru saja memperpanjang kontrak dua tahun. "Kami mendatangkan pemain untuk menambah kualitas. Masalah terbesar adalah siapa yang tidak menjalani pramusim. Tapi kami akan mencoba. Selasa nanti melawan Sunderland di Piala Liga, kami akan memanfaatkannya untuk memberi mereka menit bermain."
Fondasi pertahanan Hull patut diacungi jempol. Tiga bek sejajar—Egan, Semi Ajayi, dan Nobel Mendy—belum kebobolan satu gol pun. Sebelumnya, hanya Charlton Athletic (1998-99) dan Huddersfield Town (2017-18) yang mencatat clean sheet di tiga laga awal usai promosi. "Kami banyak berlatih, mulai dari play-off lalu beralih ke formasi ini. Banyak pemain berpengalaman dan saling menjaga," jelas Egan.
Tak hanya solid saat bertahan, Hull juga nyaman tanpa penguasaan bola. Rata-rata penguasaan bola mereka musim ini cuma 29 persen—terendah di liga. Sejak 2003-04, hanya West Ham (27 persen) yang lebih rendah di tiga pekan pertama. Sementara itu, Coventry City yang notabene juara Championship musim lalu justru belum meraih poin dan berisiko mengikuti jejak tiga tim promosi sebelumnya yang langsung terdegradasi.
Jakirovic menegaskan target utama Hull musim ini adalah mengumpulkan 38-40 poin secepat mungkin. "Tujuh poin, tiga laga, clean sheet. Mari kita lanjutkan," pungkasnya.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang