Stadion San Siro bergemuruh bukan karena pesta sepak bola yang indah, melainkan rasa lega yang mendalam setelah Inter Milan sukses mengamankan tiga poin krusial atas Shakhtar Donetsk. Di tengah tekanan hebat dan performa yang jauh dari kata meyakinkan, Nerazzurri harus berjuang mati-matian, bahkan ketika mereka harus bermain dengan 10 orang di atas lapangan akibat kartu merah yang diterima oleh Alessandro Bastoni.
Sorotan tajam sempat dilayangkan oleh publik San Siro menyusul penampilan lambat di babak pertama, mengulang memori kelam kekalahan dari Real Madrid dan Club Brugge di ajang Liga Champions musim ini. Namun, situasi berubah dramatis menjelang akhir laga ketika umpan terobosan matang dimanfaatkan dengan dingin oleh Carlos Augusto untuk menaklukkan kiper lawan dan memecah kebuntuan.
Bertindak sebagai kapten tim menggantikan Lautaro Martinez yang tengah dibekap cedera, gelandang andalan Nicolò Barella tidak menutup-nutupi kenyataan pahit di atas lapangan. Dilansir dari Football Italia, pemain Timnas Italia itu secara terbuka mengakui bahwa timnya tidak tampil begitu baik, namun kemenangan adalah harga mati yang harus dibayar demi menjaga asa di Eropa.
"Mari jujur, kami sangat membutuhkan kemenangan ini. Bermain indah itu memang menyenangkan, tapi yang paling utama hari ini adalah hasil akhir. Saya bahkan tidak tahu apakah kemenangan ini layak kami dapatkan, tetapi kami akan menerimanya," ujar Barella kepada Sky Sport Italia dengan nada realistis.
Kemenangan dramatis ini mendongkrak posisi Inter di tabel klasemen sementara, meski sang kapten mengakui bahwa masalah kurangnya energi di awal pertandingan masih menjadi PR besar yang harus segera dibenahi. Dengan ambisi besar di kasta tertinggi Eropa, Nerazzurri sadar betul bahwa kapasitas mereka harus terus ditingkatkan jika ingin melangkah jauh musim ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang