Manajer Andoni Iraola melontarkan kekecewaan mendalam usai timnya harus takluk dari Arsenal di Anfield. Gol tunggal dari Kai Havertz memastikan kemenangan tandang pertama The Gunners di kandang Liverpool sejak September 2012, namun perbincangan panas justru berpusat pada keputusan kontroversial wasit di kotak penalti. Sang manajer dibuat geram lantaran protes penalti timnya diabaikan wasit.

Momen krusial tersebut terjadi pada babak pertama ketika Alexander Isak mendapat tarikan jelas pada bagian jerseynya oleh bek lawan saat mencoba menyambut umpan silang. Alih-alih langsung menjatuhkan diri demi mencuri perhatian wasit, penyerang tersebut memilih tetap berdiri dan justru berbalik untuk melayangkan protes verbal kepada pemain bertahan yang menjaganya. Keputusan wasit utama Andy Madley dan VAR Stuart Attwell untuk mengabaikan insiden itu langsung membakar emosi kubu tuan rumah.

Dalam wawancaranya kepada Sky Sports pasca-pertandingan, sang pelatih secara terbuka menyayangkan standar kepemimpinan wasit di lapangan hijau modern. Menurutnya, kegagalan wasit menunjuk titik putih murni karena pemainnya bersikap jujur dan tidak melakukan aksi menjatuhkan diri secara berlebihan di area terlarang. Situasi pelik ini memaksa manajemen berpikir ulang demi mengamankan keadilan di masa mendatang di tengah ketatnya persaingan papan atas.

Ketika disinggung mengenai apakah dirinya akan menginstruksikan pemain andalannya untuk melakukan aksi diving pada laga-laga berikutnya, sang pelatih menjawab dengan tegas. Sikap tersebut diambil sebagai bentuk proteksi tim setelah melihat bagaimana teknologi VAR dan pengamatan puluhan kamera gagal memberikan hadiah penalti yang dinilai sangat kasat mata oleh seluruh penonton di stadion.

Kritik keras serupa juga dilontarkan oleh kapten tim Virgil van Dijk yang merasa kebingungan dengan fungsi dari banyaknya sudut kamera di era sepak bola modern. Kekalahan pahit ini membuat posisi mereka tertahan di klasemen sementara, sementara sang tamu sukses memperlebar jarak keunggulan poin di puncak klasemen Premier League.