Kemenangan tipis Arsenal atas Liverpool di Anfield menyisakan perdebatan sengit terkait kinerja VAR. Duel sengit ini diwarnai sejumlah insiden krusial yang memicu perdebatan di kalangan pengamat sepak bola, mulai dari dugaan penalti yang diabaikan hingga gesekan antar pemain di atas lapangan hijau.

Insiden pertama yang memantik kemarahan publik terjadi ketika Alexander Isak ditarik bajunya di kotak terlarang oleh Jurrien Timber. Sayangnya, wasit di lapangan maupun petugas VAR bergeming dan tidak memberikan hadiah penalti bagi kubu tamu. Mantan penyerang Arsenal, Ian Wright, mengecam keputusan tersebut karena sang pemain seharusnya tidak perlu menjatuhkan diri secara berlebihan demi mendapatkan keadilan dari pengadil lapangan.

Pandangan serupa juga dilontarkan oleh Jamie Carragher yang geram melihat pemain top harus dibuat jatuh tersungkur agar wasit mau meninjau ulang tayangan ulang. Menurutnya, kegagalan VAR menjalankan tugas dalam momen krusial seperti ini mencederai sportivitas pertandingan. Di sisi lain, sang kapten Virgil van Dijk meluapkan kekecewaannya karena teknologi dengan puluhan kamera di stadion gagal mendeteksi pelanggaran kasat mata tersebut.

Drama tidak berhenti sampai di situ, sebab menjelang akhir pertandingan tensi kian membara akibat perselisihan antara Noni Madueke dan Alexis Mac Allister. Gelandang Liverpool tersebut terjatuh memegangi wajahnya usai kepalanya bersentuhan dengan Madueke, yang berujung pada kartu kuning bagi sang gelandang setelah tinjauan VAR menyelamatkan winger Arsenal dari hukuman kartu merah.

Para pundit kompak menyebut reaksi Alexis Mac Allister yang tersungkur usai menepuk kepala Martin Odegaard sebagai tindakan yang memalukan dan mencederai integritas permainan. Beruntung bagi Arsenal, akal sehat akhirnya menang di ruang VAR, menyelamatkan jalannya laga dari keputusan indisipliner yang keliru akibat provokasi di atas lapangan.