Jeff Bezos, pendiri Amazon sekaligus salah satu orang terkaya di dunia, resmi masuk sebagai investor baru di Liverpool. Melalui konsorsium 1892 Holdings yang dipimpin Amit Bhatia, Bezos dan sejumlah investor lain membeli 30% saham klub dengan nilai kesepakatan mencapai £1,65 miliar atau sekitar Rp33 triliun. Nilai tersebut menempatkan valuasi Liverpool di angka sekitar £5,5 miliar (Rp110 triliun).
Meski kabar ini mengejutkan banyak pihak, kepemilikan Liverpool tetap berada di tangan Fenway Sports Group (FSG) dengan porsi 70%. FSG menegaskan bahwa langkah ini bukan strategi keluar mereka dari klub, melainkan upaya untuk memperkuat fondasi finansial klub. Dalam pernyataannya, FSG menyebut investasi ini akan membantu Liverpool bersaing di level tertinggi, baik di dalam negeri maupun Eropa.
Dilansir dari FourFourTwo, kesepakatan ini masih menunggu persetujuan regulator sepak bola Inggris. Proses tersebut diperkirakan memakan waktu hingga tiga bulan, meski tidak ada kendala berarti yang diprediksi akan menghambat. Jika disetujui, Bhatia, Elaine Saverin, dan Bryan Baum akan bergabung ke dalam dewan direksi Liverpool, sementara Bezos sendiri berperan sebagai investor pasif tanpa kursi di dewan.
Keputusan FSG untuk menjual sebagian saham ini berbeda dengan langkah yang diambil Manchester United, di mana Sir Jim Ratcliffe dan INEOS mengambil kendali penuh atas operasional klub meski hanya memiliki saham minoritas. FSG justru mempertahankan kendali penuh atas manajemen klub, mirip dengan pola yang mereka terapkan saat menjual 10-11% saham FSG ke RedBird pada 2021 lalu.
Dengan masuknya investor baru, pertanyaan besar yang muncul di benak suporter adalah apakah anggaran transfer Liverpool akan meningkat. Jawabannya, dalam jangka pendek, tidak. Premier League akan memberlakukan aturan Squad Cost Ratio mulai musim 2026/27 yang membatasi pengeluaran untuk gaji dan biaya transfer maksimal 85% dari pendapatan klub. Investasi pemilik tidak masuk dalam perhitungan tersebut, sehingga anggaran transfer Liverpool tidak langsung berubah.
Namun, investasi ini bisa berdampak signifikan pada infrastruktur. FSG dikenal agresif dalam pengembangan stadion, seperti ekspansi Anfield dari kapasitas 45.000 menjadi 62.000 penonton. Dengan suntikan dana segar, bukan tidak mungkin Liverpool akan kembali merenovasi fasilitas mereka, yang pada akhirnya bisa meningkatkan pendapatan klub dan memberikan ruang lebih bagi belanja pemain dalam jangka panjang.
Kabar ini juga memicu spekulasi soal kemungkinan Liverpool mendapatkan serial dokumenter ala All or Nothing yang pernah tayang di Amazon Prime untuk Manchester City, Tottenham, dan Arsenal. Dengan hubungan erat antara Bezos, Amazon, dan Liverpool, bukan hal mustahil jika klub Merseyside tersebut menjadi bintang serial berikutnya, meski hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang