Mantan gelandang Joey Barton harus menerima kenyataan pahit. Pengajuan jaminan dirinya ditolak, sehingga ia akan tetap berada di tahanan hingga persidangan tahun depan. Pria berusia 44 tahun asal Widnes, Cheshire, itu menghadapi tuduhan menyebabkan luka berat dengan sengaja terhadap Kevin Lynch, 51, di Fairway, Huyton, pada 8 Maret. Barton dengan tegas membantah semua tuduhan tersebut.

Persidangan yang semula dijadwalkan pekan lalu di Liverpool Crown Court akhirnya ditunda. Hakim David Potter memutuskan penundaan hingga 8 Maret 2027. Konsekuensinya, Barton tidak bisa dibebaskan dengan jaminan untuk sementara waktu. Dalam sidang lanjutan pada Senin, hakim kembali menolak permohonan jaminan yang diajukan ulang. Barton, yang mengenakan jaket fleece abu-abu, mengikuti persidangan melalui tautan video dari HMP Liverpool. Ia hanya mengangguk saat hakim memerintahkan penahanan lanjutan hingga sidang praperadilan pada 11 Desember nanti. Sidang utama diperkirakan akan berlangsung selama dua pekan.

Insiden yang menjerat Barton ini diduga terjadi setelah ia minum-minum bersama Lynch di Klub Golf Huyton dan Prescot. Lynch, yang merupakan mantan manajer sepak bola non-liga dan pendiri sekolah pendidikan khusus NexGen Academy, dilaporkan mengalami luka serius pada matanya. Kasus ini sontak menjadi perhatian publik, terutama karena status Barton sebagai figur publik di dunia sepak bola Inggris.

Barton bukan nama asing di lapangan hijau. Sepanjang kariernya, ia pernah memperkuat klub-klub besar seperti Manchester City, Newcastle United, Queens Park Rangers, Burnley, dan Marseille. Ia juga tercatat satu kali membela tim nasional Inggris. Namun, reputasinya di luar lapangan kerap menjadi sorotan. Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan dirinya.

Dengan ditahannya Barton, proses hukum dipastikan masih panjang. Sidang praperadilan pada Desember mendatang akan menjadi momen penting sebelum persidangan utama digelar. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Barton atau kuasa hukumnya terkait keputusan hakim tersebut. Publik tentu menantikan kelanjutan kasus ini, terutama mengingat latar belakang Barton sebagai mantan pesepak bola profesional.

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa kehidupan setelah pensiun dari sepak bola tidak selalu mulus. Barton, yang pernah menjadi idola di beberapa klub, kini harus berurusan dengan hukum. Semua mata akan tertuju pada Liverpool Crown Court saat persidangan dimulai tahun depan. Akankah Barton bisa membersihkan namanya? Waktu yang akan menjawab.