Pelatih Jose Mourinho memberikan pembelaan tegas terhadap penyerangnya, Kylian Mbappe, yang baru saja tersandung kontroversi akibat komentar soal pemimpin mendiang Tiongkok, Mao Zedong. Komentar tersebut sempat memicu gelombang kemarahan di media sosial hingga membuat sejumlah merek asal Tiongkok memutuskan kerjasama dengan sang pemain. Menanggapi situasi panas ini, juru taktik asal Portugal tersebut menilai bahwa di era modern saat ini, seringkali langkah terbaik yang bisa diambil seseorang adalah menutup mulut rapat-rapat.

Badai kritik bermula ketika bintang Real Madrid berusia 27 tahun itu tampil dalam sebuah acara siniar televisi Prancis, The Bridge. Dalam obrolan tersebut, ia membahas meme yang menyamakan dirinya dengan seorang diktator Tiongkok karena pengaruh besarnya di lapangan hijau. Potongan video candaan tersebut langsung memantik reaksi keras publik global, memaksa sang penyerang mengeluarkan pernyataan resmi untuk meminta maaf kepada komunitas Tiongkok di seluruh dunia karena dinilai telah menyinggung banyak pihak.

Mourinho, dalam sesi konferensi pers jelang laga lanjutan La Liga menghadapi Racing Santander, menyoroti bagaimana dunia sepak bola masa kini penuh dengan jebakan komunikasi. Meskipun mengakui adanya risiko menyinggung dalam setiap komentar publik, mantan pelatih Inter Milan dan Chelsea itu memuji tindakan cepat anak asuhnya yang langsung melayangkan permintaan maaf terbuka sebagai bentuk tanggung jawab moral yang tinggi.

Bagi Mourinho, polemik tersebut kini sudah dianggap selesai sepenuhnya oleh pihak klub. Ia merasa bangga dengan cara cepat tanggap manajemen Los Blancos dan sang pemain dalam meredam situasi krisis. Penyerang timnas Prancis yang telah mengemas 11 gol liga musim ini tersebut dinilai telah menunjukkan kelasnya, dan fokus utama skuad kini sepenuhnya dikembalikan ke atas lapangan hijau untuk mempertahankan performa kompetitif di liga domestik.

Ketika disinggung mengenai kekhawatiran atas potensi misinformasi akibat video manipulasi berbasis kecerdasan buatan, pelatih karismatik itu menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak ambil pusing. Dengan status klub sebesar Real Madrid di pundaknya, ia merasa terlindungi dan terwakili secara sempurna oleh martabat klub serta reaksi cepat pemain bintangnya dalam menghadapi terjangan badai opini publik.