Dunia sepak bola kembali dihebohkan dengan komentar khas dari Jose Mourinho yang menyoroti lambatnya proses hukum terhadap kasus pelanggaran finansial yang mendera Manchester City di pentas Premier League. Pelatih berjuluk The Special One tersebut melontarkan candaan tajam bahwa dirinya harus berusia sangat lanjut atau bahkan membutuhkan banyak keberuntungan agar bisa menyaksikan putusan akhir dari investigasi panjang yang melibatkan sang raksasa Manchester tersebut.

Dilansir dari Football Italia dalam wawancara mendalam bersama Corriere dello Sport, pelatih asal Portugal ini merespons rangkaian dakwaan serius yang menghantam City terkait dugaan pelanggaran aturan finansial. Periode investigasi yang mencakup musim 2009-2010 hingga 2017-2018 tentu menyisakan memori tersendiri bagi Mourinho, mengingat ia pernah membawa Manchester United finis sebagai runner-up di bawah City pada musim 2017-2018 silam.

Alih-alih melontarkan amarah atau kritik keras yang biasa menjadi cirinya, pelatih yang kini kembali mencuri perhatian media internasional ini memilih untuk menanggapi situasi pelik tersebut dengan gelak tawa sinis. Ia menilai bahwa birokrasi peradilan sepak bola dan rentetan proses banding yang bakal ditempuh akan memakan waktu bertahun-tahun lamanya sebelum vonis final benar-benar diketok oleh pengadilan independen.

"Saya lebih memilih untuk menertawakan hal ini sedikit. Saya pikir pada akhirnya akan ada kesimpulan, tetapi kita berdua yang kini berada di usia enamluluhan akan butuh banyak keberuntungan untuk masih ada di sini ketika putusan akhir keluar," ujar Mourinho kepada Ivan Zazzaroni. Ia bahkan berseloroh bahwa dirinya mungkin sudah berusia 80 tahun saat sanksi final benar-benar dijatuhkan kepada rival domestiknya itu.

Kendati demikian, di balik gurauan satir tersebut, pelatih sarat pengalaman ini menegaskan bahwa dirinya tetap berharap masih bisa berada di pinggir lapangan hijau untuk melatih selama kondisi fisik dan kesehatannya masih mendukung. Kasus hukum Manchester City sendiri hingga kini masih menjadi salah satu topik paling kontroversial yang terus membebani otoritas sepak bola Inggris dan menyita perhatian publik global.