Stadion Allianz mendadak membara dan dipenuhi cemoohan suporter tuan rumah ketika Juventus harus menelan pil pahit kekalahan telak tiga gol tanpa balas saat menjamu Lazio pada Minggu malam. Kekalahan memalukan ini bukan sekadar hasil buruk di kandang, melainkan sebuah alarm bahaya nyata yang langsung mengancam posisi sang juru taktik. Dilansir dari Football Italia, situasi krisis ini membuat tekanan suporter kini mengarah tajam ke kursi kepelatihan.

Hasil minor tersebut memastikan catatan awal musim Bianconeri di bawah komando Luciano Spalletti pada musim 2026-27 ternyata jauh lebih memprihatinkan ketimbang era Igor Tudor pada periode yang sama musim lalu. Dari tujuh pertandingan awal Serie A musim ini, Si Nyonya Tua tertinggal delapan angka penuh dari duo pimpinan klasemen, Inter dan Lazio, setelah hanya mampu mengumpulkan 11 poin hasil dari tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan.

Sebagai perbandingan yang menyakitkan bagi pendukung setia, pada titik kompetisi yang persis sama di musim 2025-26, Tudor justru mampu mempersembahkan catatan yang sedikit lebih baik. Di bawah asuhan pelatih asal Kroasia tersebut, Juventus mengantongi tiga kemenangan, tiga hasil imbang, dan baru sekali merasakan kekalahan, yang memberi mereka total 12 poin atau unggul satu angka dari pencapaian skuad saat ini.

Tekanan di Allianz Stadium kini mencapai titik didih tertinggi seiring tertinggalnya ambisi Scudetto klub raksasa Turin tersebut. Situasi kian terasa ironis mengingat Tudor sendiri akhirnya harus menerima pemecatan tepat setelah menjalani laga kedelapan Serie A musim lalu dengan raihan 12 poin, sebelum posisinya digantikan oleh Spalletti pada akhir Oktober 2025 lalu.

Dengan jarak poin yang terus melebar dari tim-tim teratas klasemen sementara, manajemen klub kini dihadapkan pada situasi pelik untuk segera membalikkan keadaan. Evaluasi mendalam wajib dilakukan agar tren negatif ini tidak berujung pada petaka yang lebih besar bagi ambisi klub di kancah domestik musim ini.