Eks general manager Juventus, Luciano Moggi, melontarkan kritik pedas menyusul kekalahan telak tim asuhannya dari Lazio di Stadion Allianz. Menurutnya, Bianconeri tampil seperti tanpa arah dan bahkan tidak menunjukkan perjuangan sama sekali di atas lapangan hijau. Kekalahan memalukan dengan skor 3-0 ini membuat posisi Si Nyonya Tua semakin tertinggal dalam persaingan ketat di papan atas klasemen Serie A, di mana mereka kini terpaut delapan angka dari pemuncak klasemen sementara.

Pertandingan sendiri berjalan di luar kendali tuan rumah setelah gawang mereka bobol lewat aksi Oliver Provstgaard, Gustav Isaksen, serta Fisayo Dele-Bashiru. Atmosfer tribun langsung memanas ketika para suporter melontarkan cemoohan keras saat para pemain meninggalkan lapangan. Situasi kian pelik karena pelatih Luciano Spalletti harus menonton jalannya laga dari tribun penonton akibat sanksi larangan mendampingi tim dari pinggir lapangan.

Ketegangan internal pun mulai terbuka ke publik ketika kapten tim melontarkan kritik terbuka terhadap performa rekan-rekan setimnya seusai laga. Komentar tersebut langsung direspons oleh sang juru taktik yang menegaskan bahwa sang bek sentral juga turut bertanggung jawab penuh atas hasil buruk yang diraih tim. Menanggapi friksi tersebut, Luciano Moggi menilai sang pemain belakang telah melakukan kesalahan fatal saat proses terciptanya gol ketiga lawan karena minimnya koordinasi antar lini pertahanan.

Krisis kepercayaan di ruang ganti semakin nyata setelah Spalletti secara terbuka mengaku mulai ragu apakah skuad asuhannya masih sepenuhnya mendengarkan instruksinya. Luciano Moggi, yang memantau situasi dari luar, menegaskan bahwa alasan badai cedera sama sekali tidak bisa dijadikan pembenaran atas rapuhnya mentalitas bertanding tim. Tekanan suporter yang mulai meneriakkan nama pelatih lain kini menghantui posisi sang allenatore yang kian terpojok akibat rentetan hasil minor.

Lebih lanjut, pemerhati sepak bola senior Italia itu juga menyoroti peta persaingan Scudetto musim ini dengan menjagokan Inter Milan dan AS Roma sebagai kandidat paling konsisten. Di sisi lain, ia juga memberikan komentar tajam terhadap Napoli besutan Massimiliano Allegri yang dinilai sedang kehilangan identitas kemenangan. Situasi genting ini menuntut manajemen klub segera mengambil langkah tegas sebelum musim benar-benar lepas dari genggaman.