Malam penuh keajaiban tersaji di Highbury ketika Fleetwood Town sukses mencatatkan sejarah besar dengan menyingkirkan raksasa Premier League, Arsenal, di ajang Carabao Cup. Tim yang kini berjuang di peringkat ke-18 League Two tersebut tampil luar biasa dan memaksa sang juara bertahan menyerah lewat drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga waktu normal berakhir.
Pahlawan kemenangan Fleetwood, Conor Haughey, mengungkapkan fakta mengejutkan usai laga. Bek muda asal Irlandia Utara berusia 19 tahun itu mengaku sama sekali tidak pernah berlatih penalti sebelum algojo terakhir mengeksekusi bola dengan tenang ke sudut kiri atas gawang. Mentalitas baja yang ditempa di Belfast membuatnya tampil tanpa rasa gentar sedikit pun saat menghadapi tekanan masif di hadapan puluhan ribu suporter tuan rumah yang memadati stadion.
Pertandingan sendiri berjalan di luar dugaan banyak pihak sejak menit awal. Fleetwood secara mengejutkan unggul lebih dulu pada menit ke-21 melalui aksi pemain pinjaman Fulham, Aaron Loupalo-Bi, yang membuat publik terhenyak. Meski Mikel Arteta memasukkan Martin Ødegaard di babak kedua dan langsung dibalas gol penyeimbang dari Viktor Gyökeres, lini belakang Fleetwood tetap kokoh menahan gempuran bertubi-tubi.
Situasi semakin memanas ketika wonderkid Arsenal, Max Dowman, diganjar kartu merah pada menit ke-85 akibat tindakan indisipliner. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh skuad asuhan Matt Lawlor hingga peluit panjang berbunyi, memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti yang berujung pada invasi suporter ke tengah lapangan.
Bagi Mikel Arteta, kekalahan ini menjadi pil pahit yang sulit dicerna mengingat dominasi total timnya sepanjang pertandingan. Sang manajer mengakui keunggulan mental lawan dan memuji perjuangan tanpa henti Fleetwood, seraya menegaskan bahwa kegagalan memanfaatkan peluang emas harus dibayar mahal dalam format kompetisi sistem gugur seperti ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang