Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS segera mengumumkan putusan resmi terkait sengketa kontroversial Piala Afrika yang melibatkan Timnas Senegal dan Timnas Maroko dalam beberapa hari ke depan. Sidang tertutup yang melibatkan tiga hakim di markas besar CAS di Lausanne telah merampungkan agenda dengar pendapat setelah sembilan bulan insiden panas di Rabat.

Perkara pelik ini bermula dari partai final dramatis yang diwarnai kericuhan penonton serta bentrokan antara suporter dengan pihak kepolisian. <a href="https://bolafeed.com/profil/pemain/sadio-mane">Sadio Mane</a> dan rekan-rekan sempat keluar lapangan untuk memprotes keputusan wasit Jean-Jacques Ndala yang memberikan penalti kontroversial di pengujung waktu normal bagi tuan rumah Maroko.

Pertandingan sempat terhenti selama 15 menit sebelum akhirnya dilanjutkan setelah pemain Senegal kembali ke lapangan atas bujukan Sadio Mane. Eksekusi penalti Brahim Diaz gagal setelah ditepis kiper <a href="https://bolafeed.com/profil/pemain/edouard-mendy">Edouard Mendy</a>, sebelum akhirnya Senegal memastikan kemenangan 1-0 lewat gol extra time dari gelandang Pape Gueye di babak tambahan waktu.

Namun, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) kemudian membatalkan hasil tersebut pada bulan Maret dan mengubah kemenangan menjadi 3-0 untuk Maroko dengan dalih Senegal sempat meninggalkan lapangan tanpa izin. Keputusan itu memicu kemarahan publik Senegal yang menuding adanya pengaruh besar di tubuh CAF, sementara sanksi denda total lebih dari sekitar Rp15,5 Miliar turut dijatuhkan kepada kedua federasi.

Kini, seluruh pencinta sepak bola Afrika menanti kepastian hukum dari CAS guna menentukan siapa yang berhak menyandang status juara sejati turnamen kontinental tersebut. Direktur Jenderal CAS Matthieu Reeb menyatakan bahwa para hakim telah bekerja sesuai kalender prosedural yang disetujui kedua belah pihak demi mengakhiri drama panjang ini.