Ada cerita magis yang tersaji di kancah sepak bola Inggris ketika klub tertua di London, Cray Wanderers, akhirnya memecahkan telur setelah menanti selama 166 tahun sejarah berdiri. Klub yang berdiri sejak 1860 ini sukses melaju ke putaran pertama FA Cup untuk kali pertama sepanjang keikutsertaan mereka. Perjuangan skuad asuhan Tim O'Shea ini sama sekali tidak didapat dengan jalan mudah, mengingat mereka harus melalui drama melelahkan di babak kualifikasi keempat melawan Bedford Town di Stadion Flamingo Park.
Drama penentuan tersebut memaksa kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal berakhir, sebelum Bedford sempat mencuri keunggulan di menit ke-101 babak tambahan. Beruntung, penyerang tajam Ade Yusuff muncul sebagai pahlawan lewat gol krusialnya yang membuat skor imbang 2-2 dan memaksa laga dilanjutkan ke adu penalti. Kiper pinjaman dari Cambridge United, JJ Briggs, tampil gemilang dengan menepis dua penalti lawan sebelum eksekusi dingin remaja Jakob Lowe memastikan kemenangan dramatis 4-3 bagi The Wands di hadapan pendukung setia mereka.
Di balik pencapaian sensasional ini, klub yang kini berjuang di Isthmian League Premier Division atau level ketujuh piramida sepak bola Inggris tersebut menyimpan akar sejarah yang begitu panjang. Jauh sebelum menembus panggung utama Piala FA, klub yang bermarkas di tenggara ibu kota ini pernah menjadi tempat awal menimba ilmu bagi bek Marc Guehi saat usianya masih menginjak enam tahun. Perjalanan melelahkan harus dilalui tim yang kini menduduki peringkat ke-18 klasemen sementara, di mana mereka harus melakoni total tujuh pertandingan dan 660 menit laga demi mewujudkan mimpi besar tampil di putaran utama.
Ujian berat langsung menanti di depan mata ketika mereka harus menjamu tim peringkat kedua League One, Stockport County, dalam laga yang disiarkan langsung di televisi. Kapten tim Frankie Raymond menegaskan bahwa momen ini memiliki arti yang sangat mendalam bagi seluruh pemain, staf, dan suporter yang telah lama mendambakan panggung megah tersebut. Atmosfer kebanggaan juga dirasakan oleh Ade Yusuff, yang kesehariannya harus mengajar di ruang kelas sekolah sebelum fokus mengenakan seragam bertanding di akhir pekan.
Meskipun terpaut jarak 112 posisi di dalam piramida liga, keyakinan tinggi diapungkan oleh kubu tuan rumah untuk menciptakan kejutan ala cerita David versus Goliath di turnamen tertua dunia ini. Dukungan suporter fanatik pun tumpah ruah setelah tiket pertandingan kandang terjual habis hanya dalam kurun waktu lima menit saja untuk kapasitas 2,500 penonton. Dilansir dari BBC Sport, momentum kebersamaan dan kepercayaan diri yang sedang menaungi skuad The Wands diyakini sanggup menghadirkan kejutan baru di kancah sepak bola Inggris musim ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang