Bintang lapangan hijau asal Argentina, Lionel Messi, kembali menorehkan tinta emas dalam lembaran sejarah sepak bola Amerika Serikat. Menginjak usia yang tidak lagi muda, sang megabintang membuktikan bahwa sentuhan magisnya di atas lapangan sama sekali belum pudar. Gelar sepatu emas yang diraihnya musim ini menjadi bukti nyata betapa dominannya ia di kompetisi negeri Paman Sam.

Dilansir dari CNN Indonesia, kepastian tersebut dikonfirmasi langsung oleh situs resmi liga setelah sang penyerang andalan mengunci gelar top skor berkat koleksi 26 golnya. Ketajaman luar biasa ini membuat Inter Miami berada di jalur yang sangat kompetitif. Ia sukses mengungguli pesaing terdekatnya seperti bomber FC Dallas, Petar Musa, yang mengemas 22 gol, serta Sam Surridge dari Nashville SC dengan 24 gol.

Catatan impresif ini sekaligus menasbihkannya sebagai pemain pertama dalam sejarah Major League Soccer yang mampu menyabet trofi Golden Boot secara dua musim beruntun. Sebelumnya, pada musim 2025, ia juga tampil menggila dengan membukukan total 29 gol. Tidak berhenti sampai di situ, ia juga tercatat sebagai pemain kedua dalam sejarah liga yang mampu mempersembahkan lebih dari 25 gol dalam satu musim tunggal.

Dampak kehadiran sang maestro di ruang ganti dan lini serang klub berjuluk The Herons ini sangat masif bagi stabilitas permainan tim asuhan pelatih. Selama tiga musim mengabdi di MLS, ia tercatat sudah terlibat langsung dalam 127 gol untuk klubnya. Kontribusi luar biasa ini mencakup catatan gol serta assist matang yang memanjakan rekan setimnya di atas lapangan hijau.

Pencapaian fenomenal di Amerika Serikat ini melengkapi lemari trofi pribadinya yang sudah sarat akan prestasi elite masa lalu. Sewaktu masih menjadi ujung tombak Barcelona, ia tercatat delapan kali merengkuh trofi El Pichichi dan enam kali menyabet sepatu emas Eropa. Kini, dengan kontrak yang masih akan mengikatnya hingga 2028, ia siap menuliskan babak baru kejayaannya.