Dua puluh lima tahun lalu, Michael Owen berada di puncak performa terbaiknya bersama Liverpool. Tanpa selebrasi berlebihan, penyerang tajam ini menjelma menjadi mesin gol yang mematikan bagi klub maupun tim nasional Inggris. Tahun 2001 menjadi periode paling magis dalam kariernya ketika ia memborong enam trofi bergengsi, termasuk treble piala domestik dan Eropa, sebelum diganjar penghargaan individu paling elite di dunia sepak bola.
Dilansir dari FourFourTwo, kesuksesan tersebut puncaknya terjadi tiga hari setelah ulang tahunnya yang ke-22, saat namanya diumumkan sebagai pemenang Ballon d'Or 2001. Owen mengoleksi total 176 suara dari para jurnalis olahraga, mengungguli nama-nama besar seperti Raul, Oliver Kahn, hingga David Beckham. Hingga hari ini, ia tetap tercatat sebagai pemain Inggris terakhir yang mampu mengangkat trofi Ballon d'Or, sebuah pencapaian langka yang kerap terlupakan dalam sejarah sepak bola modern.
Musim 2001 yang fenomenal di bawah asuhan Gerard Houllier diwarnai oleh perjuangan luar biasa di berbagai ajang. Meskipun sempat mengalami paceklik gol di paruh pertama musim, ketajaman Owen kembali meledak di saat krusial, termasuk dua gol penentu di final Piala FA melawan Arsenal serta kemenangan dramatis atas Alaves di final Piala UEFA. Mantan rekan setimnya, Jamie Carragher, menyebut skuad treble tersebut sebagai salah satu tim paling solid dan penuh kekeluargaan yang pernah dimiliki Merseyside.
Meski menorehkan sejarah besar dan mempersembahkan banyak gelar, perjalanan karier Owen setelahnya diwarnai kepindahan kontroversial ke Real Madrid dan Manchester United. Hal tersebut membuat sebagian suporter memiliki pandangan yang beragam terhadap sang legenda. Kendati demikian, kiprah luar biasa Owen pada tahun 2001 tetap menjadi salah satu babak paling membanggakan dalam sejarah sepak bola Inggris di kancah internasional.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang