Panggilan debut bersama Timnas Italia memberikan emosi yang luar biasa bagi penyerang muda Mohamed Ali Zoma. Lahir di Italia dan merasa sepenuhnya bagian dari Gli Azzurri, pemain berusia 22 tahun ini mengaku sangat bangga bisa mengenakan jersey kebanggaan negaranya setelah dipantau sejak lama oleh staf kepelatihan.

Langkah besar diambilnya pada bursa transfer musim panas 2025 ketika memutuskan meninggalkan klub Serie C, AlbinoLeffe, untuk bergabung dengan klub Jerman, Nurnberg. Keputusan krusial tersebut ternyata tidak lepas dari bujukan sang pelatih legendaris yang juga mantan bomber tim nasional, Miroslav Klose, yang membantunya beradaptasi dengan cepat lewat kemampuan berbahasa Italia miliknya.

Perkembangan performa Zoma di kompetisi 2. Bundesliga terbilang sangat impresif dengan catatan enam gol dari tujuh pertandingan awal musim ini. Ketajaman di lini depan membuat namanya mulai dikaitkan dengan bursa transfer bernilai tinggi, termasuk tawaran sebesar sekitar Rp340 Miliar dari klub Premier League, West Ham United, yang sempat ditolak pada musim panas lalu.

Melihat performa gemilangnya yang terus menanjak, rumor kepindahan dengan banderol melampaui kisaran Rp510 Miliar pada bursa transfer Januari mendatang mulai mencuat ke permukaan. Menanggapi ketertarikan dari berbagai klub top Eropa, sang penyerang menegaskan sikap profesionalnya untuk tidak menutup pintu bagi siapapun di masa depan.

Selain membahas karier klub dan ambisinya menembus level tertinggi, Zoma juga mengungkapkan kekagumannya pada sosok Cristiano Ronaldo ketimbang Lionel Messi sebagai inspirasi utamanya dalam bekerja keras di dunia sepak bola. Perjalanan kariernya kini menjadi salah satu pusat perhatian menarik di kancah sepak bola internasional.