Musim panas penuh kekalutan sempat melanda kubu Timnas Italia sebelum keputusan besar diambil untuk menyelamatkan arah Gli Azzurri. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Football Italia, Komisaris FIGC Giovanni Malagò akhirnya membuka suara mengenai drama pencarian pelatih kepala yang nyaris mengubah sejarah sepak bola Negeri Pizza. Di balik layar, berbagai manuver tingkat tinggi dilakukan, mulai dari mendekati juru taktik top dunia hingga insiden kontroversial yang melibatkan legenda sepak bola lokal.

Dalam pengakuannya, Malagò sebenarnya sejak awal mengincar Roberto Mancini untuk memegang kendali penuh di kursi pelatih kepala. Namun, ia sempat memberikan kebebasan kepada legenda AC Milan, Paolo Maldini dan Leonardo untuk merancang proyek besar bersama Timnas Italia. Sayangnya, kolaborasi tersebut hanya bertahan seumur jagung akibat perbedaan visi dan pengunduran diri yang terjadi secara tiba-tiba di tengah ketatnya tekanan publik tribun.

Salah satu fakta paling mengejutkan dari saga tersebut adalah pertemuan rahasia antara delegasi Italia dengan Pep Guardiola. Maldini dan Leonardo dikabarkan menghabiskan sepanjang malam untuk berdiskusi langsung dengan pelatih jenius asal Catalan tersebut. Meski menunjukkan ketertarikan, Guardiola memilih untuk menepi sejenak dari dunia kepelatihan demi alasan keluarga dan mengambil cuti panjang dari hingar-bingar sepak bola Eropa.

Kegagalan mendekati Guardiola memaksa kubu manajemen beralih ke opsi lain yang berakar dari generasi emas juara Piala Dunia 2006. Nama Andrea Pirlo sempat dijagokan untuk mengisi posisi krusial tersebut sebelum rencana itu hancur seketika. Kontrak kerja sama rahasia antara Pirlo dengan sebuah perusahaan judi asal Rusia mendadak terkuak ke permukaan, membuat Malagò mengambil keputusan tegas untuk menyetop seluruh proses negosiasi demi menjaga nama baik institusi federasi.

Situasi pelik ini turut meretakkan hubungan pribadi antara Malagò dan Maldini yang memilih mundur bersama Leonardo hanya setelah 16 hari bertugas. Sang komisaris mengaku tidak lagi berkomunikasi secara intensif dengan mantan kapten ikonik Rossoneri tersebut sejak perpisahan kontroversial itu. Pada akhirnya, jalan takdir membawa Italia kembali pada pilihan rasional sebelum badai krisis mereda dan stabilitas perlahan-lahan mulai kembali ke Coverciano.