Jauh sebelum era digital mendominasi tribun dan layar gawai, para suporter Juventus dan klub-klub Eropa lainnya berbagi ritual akhir pekan yang sangat ikonik. Tanpa bantuan internet, suporter di Italia dan Inggris hanya memerlukan selembar kertas serta pena untuk menebak hasil pertandingan Serie A maupun liga domestik lainnya secara manual.
Di Italia, permainan tebak skor ini dikenal luas sebagai Totocalcio atau Schedina, sementara di Britania Raya tradisi serupa mengakar lewat Football Pools. Kedua sistem ini berkembang dengan karakteristik unik masing-masing, namun memiliki satu kesamaan krusial yaitu pendapatan dari partisipasi publik dialirkan untuk mendukung infrastruktur serta inisiatif olahraga yang lebih luas di tengah masyarakat.
Totocalcio lahir pada tahun 1946 pasca Perang Dunia Kedua ketika sekelompok jurnalis meluncurkan kompetisi prediksi berbasis kupon laga. Tak disangka, permainan ini meledak dalam waktu singkat hingga diambil alih oleh Komite Olimpiade Nasional Italia (CONI). Kutipan legendaris 'Ho fatto 13!' bahkan lahir di masa kejayaan kupon 13 pertandingan tersebut, menggambarkan keberuntungan masif bagi para penebak jitu yang mengubah sejarah finansial olahraga lokal.
Sementara itu di Inggris, Football Pools yang dipelopori perusahaan seperti Littlewoods dan Vernons telah lebih dulu menjadi fenomena budaya sebelum era siaran televisi mendominasi. Pendapatan masif dari jutaan peserta setia membantu membiayai berbagai proyek sepak bola penting di era ketika David Platt dan bintang-bintang era lampau mulai merajut reputasi mereka di lapangan hijau.
Seiring berjalannya waktu dan masuknya era hiburan modern menjelang akhir abad ke-20, popularitas kupon tradisional perlahan memudar digantikan teknologi digital. Meski demikian, warisan historis dari Totocalcio dan Football Pools tetap terpatri abadi sebagai memori kolektif paling nostalgik bagi generasi suporter sepak bola lintas negara.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang