Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Gianni Infantino untuk kembali memimpin badan tertinggi sepak bola dunia tersebut. Langkah strategis ini diambil dalam kongres luar biasa yang berlangsung di Tokyo, di mana presiden AFC menyampaikan komitmen penuh benua kuning terhadap kepemimpinan yang sedang berjalan.

Dukungan masif dari 47 asosiasi anggota AFC tentu menjadi modal politik yang sangat krusial bagi sang petahana. Pemilihan umum FIFA sendiri dijadwalkan bergulir pada bulan Maret mendatang dengan batas akhir pendaftaran penantang pada 18 November. Hingga saat ini, belum ada satupun kandidat lain yang resmi mengajukan diri untuk bersaing dalam bursa pencalonan.

Keputusan bulat ini menandai sebuah tikungan tajam setelah sempat terjadi ketegangan beberapa waktu lalu. Sebelumnya, AFC sempat bergabung dengan konfederasi lain untuk melayangkan kritik keras terkait rencana turnamen global senilai sekitar Rp65 Triliun yang sempat memicu perdebatan di internal federasi. Namun, setelah pertemuan rekonsiliasi di Zurich, kedua belah pihak sepakat untuk melupakan masa lalu.

Dalam pidatonya di hadapan para delegasi, sang petahana mengakui bahwa setiap kepemimpinan pasti tidak luput dari kesalahan, namun yang terpenting adalah kemampuan untuk belajar dan memperbaiki diri. Tepuk tangan meriah dari peserta kongres turut mengiringi pembahasan mengenai peningkatan alokasi dana bantuan finansial bagi asosiasi anggota yang akan melonjak drastis mulai awal tahun depan.

Dampak dari aliansi kuat antara AFC dan kepemimpinan pusat ini dipastikan akan mengamankan jalan menuju masa jabatan baru tanpa hambatan berarti. Stabilitas politik di tubuh sepak bola internasional kini kembali terjaga seiring menguatnya konsensus dari berbagai belahan dunia jelang hari pemilihan resmi.