Ketegangan antara badan sepak bola Eropa UEFA dan otoritas tertinggi FIFA semakin membara di tengah persiapan pemilihan presiden baru. Dilansir dari ESPN FC, FIFA bersikeras akan memberikan tanggapan atas berbagai pertanyaan krusial yang diajukan oleh para delegasi Eropa, namun mereka menolak untuk berkomitmen memenuhi batas waktu yang telah ditetapkan sebelum bursa pencalonan ditutup.

Surat resmi yang dikirimkan oleh Sekretaris Jenderal UEFA, Theodore Theodoridis, kepada pejabat tinggi FIFA Mattias Grafstrom menuntut kejelasan atas sejumlah isu sensitif. Beberapa topik panas yang dibahas mencakup rencana investor swasta Piala Dunia, potensi pengaruh luar termasuk keterlibatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam bisnis organisasi, hingga kontroversi aturan kartu merah yang melibatkan Folarin Balogun.

UEFA secara terbuka menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino akibat penanganan berbagai kebijakan kontroversial tersebut. Organisasi sepak bola benua biru ini bahkan berencana mencari kandidat alternatif yang kredibel untuk maju sebagai penantang dalam pemilihan presiden FIFA tahun depan, demi mengembalikan transparansi dan integritas.

Selain kebijakan turnamen, surat dari UEFA juga menyoroti potensi konflik kepentingan dalam struktur internal panitia pemilihan. Mereka mempertanyakan independensi Ketua Komite Pemilihan Bruno Chiomento yang dilaporkan memiliki hubungan personal lama dengan sang presiden petahana serta kedekatan fasilitas akomodasi selama turnamen akbar sebelumnya.

Di sisi lain, juru bicara FIFA menegaskan bahwa jawaban resmi pasti akan diberikan kepada para anggota dewan sesuai prosedur internal yang berlaku. Namun, mereka menolak untuk membocorkan dokumen atau komunikasi rahasia tersebut kepada publik, serta menegaskan komitmen untuk menjaga kerahasiaan regulasi tata kelola organisasi dari intervensi pihak ketiga.