Dunia sepak bola pernah menyaksikan bagaimana megabintang Lionel Messi harus meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya dalam situasi yang penuh kesunyian. Perpisahan La Pulga dengan Barcelona pada Agustus 2021 menyisakan kepedihan mendalam akibat krisis finansial klub, jauh berbeda dengan momen emosional penuh suka cita yang ia rasakan bersama publik Albiceleste.

Kisah kelam di Camp Nou bermula ketika Blaugrana tak lagi mampu menanggung beban gaji sang kapten legendaris di tengah badai finansial. Ironisnya, laga perpisahan tersebut digelar pada Mei 2021 melawan Celta Vigo dalam kondisi stadion tertutup rapat akibat pandemi Covid-19, membuat Messi tidak bisa melambaikan tangan perpisahan secara langsung kepada suporter setianya di tribun.

Situasi di atas lapangan pun semakin memperburuk suasana hati sang pemain bintang ketika itu. Meski sempat membawa Blaugrana unggul lebih dulu lewat sundulan pada menit ke-28, kekalahan menyakitkan 1-2 harus diterima akibat dua gol balasan dari penyerang lawan, Santi Mina, yang merusak malam perpisahan sang ikon.

Sebaliknya, lembaran cerita yang jauh lebih hangat dan megah tersaji ketika ia melangkah pergi meninggalkan timnas Argentina setelah memutuskan pensiun. Puluhan ribu pasang mata memadati stadion untuk memberikan penghormatan terakhir yang megah, merayakan warisan sang legenda hidup di atas lapangan hijau.

Di hadapan lebih dari 80 ribu suporter yang memenuhi Stadion Monumental, pemain berusia 39 tahun tersebut menutup lembaran karier internasionalnya dengan penampilan magis. Ia sukses menyumbangkan satu gol serta mengirimkan dua assist matang untuk gol-gol yang dicetak oleh rekan setimnya.