Badai hasil negatif masih belum mau meninggalkan Udinese setelah mereka harus kembali menelan pil pahit di kompetisi Liga Italia. Kekalahan keenam secara beruntun ini tentu membuat posisi tim berada dalam tekanan besar, terlebih ketika bayang-bayang zona merah semakin nyata mengancam perjalanan mereka musim ini.

Sang pelatih kepala, Kosta Runjaic, dengan tegas menolak untuk membahas masa depannya bersama klub usai pertandingan usai. Menurutnya, berbicara mengenai kontrak atau posisi manajerial di tengah kekecewaan mendalam bukanlah langkah yang bijak, mengingat fokus utama saat ini adalah memulihkan mentalitas bertanding skuad asuhannya di ruang ganti.

Pertandingan di San Siro berjalan pelik bagi tim tamu ketika kebobolan cepat saat laga baru berjalan beberapa menit akibat kelengahan lini belakang. Upaya keras yang dimotori oleh penyerang Keinan Davis dan rekan-rekan sempat memberikan secercah harapan melalui beberapa momen berbahaya, namun lini pertahanan lawan terbukti terlalu tangguh untuk ditembus.

Runjaic sendiri tetap memuji perjuangan anak asuhnya yang dinilai masih menunjukkan determinasi tinggi dan tidak menyerah begitu saja di atas lapangan hijau. Dilansir dari Football Italia, juru taktik berusia matang itu menyebut bahwa timnya hanya kurang dinaungi keberuntungan serta ketajaman di sepertiga akhir lapangan untuk mengubah jalannya pertandingan.

Kini, tantangan terbesar bagi sang pelatih adalah merajut kembali persatuan dan fokus tim jelang pekan-pekan krusial berikutnya demi menjauhkan klub dari ancaman degradasi. Dengan persaingan papan bawah yang semakin ketat, setiap poin akan sangat berharga untuk membalikkan keadaan dan mengembalikan kepercayaan publik tribun.