Kericuhan di tribun Stretford End baru-baru ini memperlihatkan betapa jauhnya arah kebijakan manajemen Manchester United dari apa yang benar-benar dibutuhkan oleh tim di atas lapangan. Protes keras suporter meledak setelah mereka menerima surel survei dari klub mengenai rencana pembangunan stadion baru, sebuah proyek mercusuar yang baru akan rampung pada musim 2030/2031 mendatang. Bagi para pendukung setia yang hadir di stadion, fokus manajemen terasa sangat keliru ketika panggung megah tersebut justru diisi oleh skuad yang compang-camping dan minim kualitas pemenang.
Kritik tajam turut dialamatkan kepada buruknya kebijakan transfer klub dalam beberapa musim terakhir di bawah pengawasan Sir Jim Ratcliffe dan keluarga Glazer. Alih-alih mendatangkan gelandang bertahan berkarakter kuat yang mampu menjadi jenderal lapangan tengah layaknya legenda masa lalu, manajemen justru kerap mengambil opsi jalan pintas merekrut pemain kelas menengah demi biaya yang dianggap wajar. Situasi ini membuat pelatih Michael Carrick harus bekerja dengan materi pemain yang dinilai gagal menunjukkan loyalitas serta kapasitas mental yang memadai untuk mengenakan jersey kebesaran Setan Merah.
Suasana haru sekaligus panas menyelimuti Old Trafford ketika para suporter dengan lantang menyanyikan yel-yel dukungan selama hampir satu jam penuh bagi Carrick di sisa masa baktinya. Nyanyian penghormatan yang menyamakan sang juru taktik dengan Paul Scholes menjadi bukti bahwa publik tribun paham betul siapa pihak yang sebenarnya paling bertanggung jawab atas keterpurukan tim. Sebaliknya, para pemain seperti sang kapten Bruno Fernandes dan rekan-rekannya justru mendapat kecaman keras dan diminta segera bercermin atas performa buruk di atas rumput hijau.
Dilansir dari FourFourTwo, hubungan emosional antara suporter dan klub bukanlah transaksi bisnis biasa yang bisa diputus begitu saja ketika performa memburuk. Kritik dari pihak luar agar suporter memboikot pertandingan dinilai naif karena mengabaikan ikatan batin yang telah terjalin selama puluhan tahun di tribun stadion. Pada akhirnya, kepergian Carrick nanti hanya akan meninggalkan siklus suram bagi para pendukung yang harus terus bertahan di tengah kebijakan pemilik klub yang salah arah.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang