Emosi pecah di Stadion Monumental ketika Lionel Messi melangkah ke lapangan untuk terakhir kalinya mengenakan seragam Argentina. Keputusan pensiun dari laga internasional yang diambil pada Agustus lalu membuat atmosfer pertandingan persahabatan melawan Benin terasa begitu sakral dan penuh air mata. Publik tuan rumah langsung memberikan penghormatan emosional, bahkan laga sempat dihentikan sejenak pada menit ke-10 sebagai simbol apresiasi atas pengabdian sang maestro sepanjang kariernya bersama Tim Tango.

Sejak peluit pertama dibunyikan, anak asuh Lionel Scaloni langsung mengurung lini pertahanan Benin. La Pulga sendiri begitu bernafsu mencetak gol perpisahan, menebar ancaman lewat tendangan bebas serta kombinasi serangan bersama Lautaro Martinez di paruh pertama. Meski tampil dominan di hadapan pendukung sendiri, ketangguhan kiper lawan membuat papan skor tetap imbang tanpa gol hingga paruh pertama usai.

Kebuntuan akhirnya pecah sesaat setelah turun minum, tepatnya pada menit ke-48. Berawal dari skema sepak pojok, umpan matang sang kapten sukses diteruskan oleh Nicolas Otamendi lewat tendangan voli kaki kanan yang merobek jala Benin. Tekanan bertubi-tubi terus dilancarkan, hingga memasuki menit ke-61, giliran Nico Paz mencatatkan namanya di papan skor setelah kembali memanfaatkan assist akurat dari sang megabintang.

Puncak malam emosional di Stadion Monumental terjadi pada menit ke-68 ketika Argentina mendapat hadiah penalti usai Agustin Giay dijegal di kotak terlarang. Tanpa ragu, sang legenda maju sebagai eksekutor dan sukses mengecoh kiper Marcel Dandjinou pada menit ke-71 untuk mengubah skor menjadi 3-0. Gol penutup ini memastikan kemenangan manis di laga perpisahan sebelum ia resmi meninggalkan panggung internasional selamanya.