Stadion Monumental bergemuruh dalam malam yang penuh derai air mata ketika Lionel Messi memainkan pertandingan pamungkasnya bersama Argentina menghadapi Benin. Laga persahabatan yang dijuluki sebagai "tango terakhir" ini menandai akhir dari perjalanan panjang sang megabintang di kancah sepak bola internasional setelah dua dekade membela panji Albiceleste. Suasana haru biru sudah terasa sejak bus tim melintas di tengah lautan suporter yang memadati jalanan Buenos Aires.

Dilansir dari ESPN FC, magis sang kapten tetap tidak luntur di sisa pengabdiannya ketika ia memastikan namanya sekali lagi papan skor lewat eksekusi penalti dingin di menit ke-71. Penyerang gaek berusia 39 tahun tersebut melepaskan sepakan keras yang bersarang di atap gawang, menyempurnakan kemenangan tiga gol tanpa balas malam itu. Sebelumnya, ia juga menyumbangkan dua assist matang untuk gol sundulan Nicolás Otamendi dan sepakan terukur Nico Paz.

Momen paling emosional pecah ketika wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, memperlihatkan tangisan haru dari rekan setim hingga pelatih Lionel Scaloni. Sebuah pertunjukan cahaya drone menghiasi langit malam Buenos Aires, mengenang memori indah saat ia mengangkat trofi Piala Dunia di Qatar. Di hadapan lebih dari 85.000 suporter yang memenuhi stadion, La Pulga menyampaikan salam perpisahan yang membuat seluruh tribun terdiam dalam keharuan mendalam.

"Ini adalah hari paling menyedihkan dalam karier saya, mengucapkan selamat tinggal kepada tim nasional," ungkap Messi di hadapan publik yang terus meneriakkan namanya. Meski telah menutup babak manis bersama negaranya, peraih delapan Ballon d'Or ini menegaskan akan tetap berdiri di tribun untuk mendukung generasi penerus. Ia meninggalkan warisan abadi sebagai pencetak gol terbanyak dan pemegang caps terbanyak sepanjang sejarah Albiceleste.

Kini, lembaran baru telah dibuka bagi tim Tango di bawah arahan Scaloni untuk melanjutkan tradisi juara tanpa kehadiran sang ikon lapangan hijau. Sementara itu, pemain berjuluk La Pulga tersebut masih akan melanjutkan petualangannya di level klub bersama Inter Miami, menjaga sentuhan magisnya tetap hidup di atas rumput hijau.