Stadion Allianz baru saja menjadi saksi bisu salah satu penampilan paling mengecewakan dari Juventus musim ini. Alih-alih melanjutkan momentum kemenangan di kancah Eropa, Bianconeri justru tak berkutik di hadapan tamunya dan harus rela menelan kekalahan telak tiga gol tanpa balas dalam lanjutan kompetisi domestik. Situasi ini langsung memicu reaksi keras dari sang allenatore, Luciano Spalletti, yang tak menyangka timnya tampil begitu buruk dan inferior di semua lini.

Gelombang serangan Lazio sama sekali tidak mampu dibendung oleh barisan pertahanan tuan rumah yang tampil lamban secara fisik maupun mental. Gol-gol kemenangan tim tamu dicetak melalui sundulan tajam Oliver Provstgaard, tembakan terarah Gustav Isaksen, serta sebuah skema serangan balik mematikan dari Fisayo Dele-Bashiru di penghujung laga. Absennya Spalletti di pinggir lapangan akibat sanksi larangan mendampingi tim tampaknya turut memengaruhi stabilitas permainan di atas lapangan hijau.

Dilansir dari Football Italia, Spalletti secara terbuka mengakui bahwa skuadnya kalah segalanya dari sang lawan dan kehilangan identitas permainan sejak menit awal. Kelelahan pasca perjalanan dari ajang Liga Europa sempat dijadikan catatan, namun sang pelatih menolak menjadikannya sebagai alibi utama atas lambatnya reaksi para pemain di atas lapangan. Kehilangan tempo, nir-ide kreatif, serta rapuhnya mentalitas dalam memenangi duel personal menjadi sorotan tajam sang juru taktik pasca pertandingan usai.

Tekanan dari publik Turin kini mulai memuncak seiring tertinggalnya jarak poin di papan atas klasemen sementara setelah melewati tujuh pertandingan awal musim ini. Cemoohan dari tribun penonton menjadi bukti nyata betapa tidak puasnya para pendukung setia melihat performa inkonsisten yang ditunjukkan oleh para penggawa Si Nyonya Tua. Tren negatif ini bahkan mencatatkan perolehan angka yang lebih rendah dibandingkan periode-periode sebelumnya di bawah kepelatihan terdahulu.

Menghadapi situasi krisis yang datang lebih cepat dari perkiraan, manajemen dan tim kepelatihan dipaksa segera melakukan evaluasi menyeluruh sebelum situasi semakin tak terkendali. Spalletti menegaskan bahwa dirinya harus berpikir keras untuk mengubah metode komunikasi maupun pendekatan taktik agar mentalitas bertarung para pemain kembali bangkit. Kegagalan bereaksi secara cepat di atas lapangan tidak boleh lagi terulang jika klub ingin tetap berada dalam jalur persaingan perebutan scudetto musim ini.