Luciano Spalletti kembali melontarkan kritik tajam terhadap performa anak asuhnya setelah Juventus harus puas bermain imbang 2-2 kontra Fiorentina. Pelatih Luciano Spalletti menyebut Bianconeri kerap terjebak dalam keraguan dan kehilangan kepercayaan diri di atas lapangan. Masalah inkonsistensi ini membuat raksasa Turin tersebut tertahan di papan klasemen sementara Serie A, jauh dari ekspektasi awal musim tribun penonton.

Pertandingan di Florence berjalan sengit sejak menit awal ketika Juventus tertinggal cepat lewat tandukan Mateo Pellegrino. Meskipun Nick Woltemade sempat menyamakan kedudukan lewat gol debutnya di Serie A, kelengahan lini belakang kembali dimanfaatkan Alieu Njie untuk membawa Fiorentina unggul lagi. Beruntung, sundulan Gleison Bremer memanfaatkan sepak pojok Douglas Luiz sukses menyelamatkan satu poin krusial bagi tim tamu di penghujung laga.

Dalam analisis taktik pasca-pertandingan, sang juru taktik menyoroti rapuhnya mentalitas tim saat berada di bawah tekanan. Keputusan menurunkan trisula baru yang melibatkan Jeremie Boga, Randal Kolo Muani, dan Woltemade belum mampu memberikan stabilitas penuh. Dilansir dari Football Italia, masalah utama Juventus musim ini adalah ketidakmampuan menjaga konsistensi permainan selama 90 menit penuh tanpa kehilangan fokus.

Hasil imbang dramatis ini memaksa Juventus memasuki jeda internasional dengan menempati peringkat ketujuh klasemen sementara. Raihan 18 poin dari 11 pertandingan awal mencatatkan rekor start terburuk Bianconeri di Serie A sejak musim 2021/2022 di bawah asuhan Massimiliano Allegri. Situasi ini membuat jarak dengan zona Liga Champions semakin melebar, memberikan tekanan besar bagi skuad asuhan AC Milan dan rival lainnya di papan atas.