Jelang duel sengit di pentas Champions League, pelatih kepala Paris Saint-Germain, Luis Enrique, sama sekali tidak menyimpan dendam kepada mantan anak asuhnya. Pertemuan di Stadion Etihad ini dipastikan bakal menyita perhatian publik tribun karena melibatkan kiper kelas dunia yang belum lama ini hijrah ke Inggris.

Gianluigi Donnarumma tercatat menghabiskan waktu empat tahun di Paris sejak 2021 hingga 2025. Bersama raksasa Prancis tersebut, ia sukses mengamankan empat gelar Ligue 1 secara beruntun—dua di antaranya diraih di bawah asuhan Enrique—serta trofi Liga Champions musim 2024-2025.

Kepindahannya ke Manchester City terjadi setelah kontraknya memasuki tahun terakhir tanpa ada kata sepakat soal perpanjangan. Demi menghindari kehilangan sang penjaga gawang secara cuma-cuma pada musim panas berikutnya, manajemen Paris melepas Donnarumma dengan mahar sekitar Rp459 Juta (Rp459 Miliar) yang dinilai sangat sepadan, lalu mendatangkan Lucas Chevalier sebagai pengganti.

Situasi kian menarik lantaran Chevalier justru belum pernah tampil lagi membela klub ibu kota Prancis sejak bulan Januari lalu. Jelang reuni krusial di babak fase liga kompetisi Eropa tengah pekan ini, Enrique secara terbuka memberikan pujian setinggi langit kepada kiper asal Italia tersebut dalam wawancara pra-pertandingan.

"Kami mengenal dia dengan sangat baik dan tahu bahwa membobol gawangnya akan menjadi tugas yang amat sulit karena dia adalah salah satu penjaga gawang terbaik di dunia, tanpa keraguan," ujar Enrique kepada Sky Sports, menyoroti kualitas sang pemain yang kini berseragam biru langit.

Pelatih asal Spanyol itu juga menambahkan bahwa dirinya merasa beruntung bisa mengenal karakter personal sang penjaga gawang. Meski antusias untuk menyambut dan memberikan pelukan hangat, Enrique menegaskan momen kebersamaan tersebut baru akan terlaksana selepas peluit akhir pertandingan dibunyikan.