Kabar buruk menimpa Paris Saint-Germain setelah winger andalan mereka harus menepi akibat cedera lutut parah. Dalam kemenangan 4-2 atas Barcelona, Khvicha Kvaratskhelia mengalami robekan ACL yang memaksanya absen hingga sisa musim ini. Situasi ini tentu menjadi pukulan telak bagi lini serang Les Parisiens mengingat kontribusi masif pemain asal Georgia tersebut dalam perburuan trofi, termasuk membantu klub meraih gelar Champions League beruntun dalam beberapa tahun terakhir.
Pelatih kepala Luis Enrique langsung memberikan dukungan penuh bagi sang pemain. Dilansir dari ESPN FC, Enrique mengakui bahwa timnya sudah menduga keparahan cedera tersebut sejak peluit akhir laga usai. Di hadapan media, juru taktik asal Spanyol itu menekankan bahwa cedera adalah risiko profesional yang harus dihadapi pemain top, namun ia yakin mentalitas petarung yang dimiliki Kvara akan membantunya melewati masa-masa sulit di ruang perawatan.
"Sayangnya kami sudah menduga seberapa serius cedera ini setelah pertandingan. Pikiran kami tertuju pada sang pemain dan apa yang harus ia lalui," buka Enrique penuh empati. Ia menambahkan bahwa bermain di level tertinggi selama belasan tahun pasti melibatkan momen pahit seperti cedera, dan sang pemain dipastikan tetap menjadi pilar penting bagi klub di masa depan setelah proses pemulihan tuntas.
Meski kehilangan pemain bernomor punggung tajam tersebut, Enrique secara tegas menepis anggapan bahwa klub wajib mendatangkan amunisi baru di bursa transfer demi menambal lubang. Sang pelatih merasa skuad yang ada saat ini sudah cukup tangguh untuk mengatasi berbagai situasi darurat di sisa kompetisi. Fokus utama tim kini tertuju pada laga terdekat di Ligue 1 saat menjamu Olympique Lyonnais di Parc des Princes.
Pertandingan kontra Lyon akhir pekan ini membawa misi ganda bagi sang juara bertahan. Selain memburu kemenangan kelima secara beruntun untuk merangsek ke puncak klasemen liga, laga ini juga menjadi ajang balas dendam atas kekalahan 2-1 dari skuad besutan Paulo Fonseca pada bulan April lalu. Enrique mengakui memori pahit musim lalu membakar motivasi anak asuhnya untuk menunjukkan performa terbaik di hadapan pendukung sendiri.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang