Old Trafford mendadak berubah menjadi panggung drama tiada tara ketika Manchester United terlibat dalam kejar-kejaran gol yang berujung pada hasil imbang 4-4 kontra Aston Villa, Minggu. Di tengah kemarahan suporter yang memuncak terhadap kepemilikan klub, armada asuhan pelatih Michael Carrick menunjukkan daya juang luar biasa meski kerap melakukan blunder sendiri di lini belakang.

Pertandingan baru berjalan empat menit, publik tuan rumah sudah dibuat terhenyak ketika gawang Setan Merah kebobolan dua gol kilat yang dicetak oleh Alysson dan Nicolas Jackson. Publik tribun langsung bergemuruh meluapkan kekecewaan, mendesak manajemen klub segera angkat kaki. Namun, secercah harapan sempat muncul jelang turun minum setelah Bruno Fernandes memperkecil ketertinggalan via titik putih, disusul gol penyeimbang dari Youri Tielemans.

Awal babak kedua kembali menjadi mimpi buruk bagi tuan rumah setelah Unai Emery melihat timnya kembali menjauh lewat eksekusi penalti John McGinn dan sontekan Leon Goretzka yang memanfaatkan kecerobohan Diogo Dalot. Tertinggal 2-4, keadaaan tampak mustahil diselamatkan dan tekanan hebat terus menghujam posisi kepelatihan Carrick di kursi panas Old Trafford.

Akan tetapi, mentalitas Setan Merah teruji hingga menit-menit penghabisan laga lewat pemain pengganti. Masuknya Joshua Zirkzee sukses memangkas jarak di masa injury time sebelum Patrick Dorgu mencetak gol penyeimbang sensasional pada menit ke-97 yang membakar tribun penonton.

Meski mengamankan satu poin dramatis berkat semangat pantang menyerah, hasil imbang ini belum mampu mengangkat posisi United dari zona degradasi Premier League. Dengan catatan hanya meraih satu kemenangan liga sepanjang musim ini, rentetan delapan laga tanpa kemenangan membuat masa depan Carrick masih berada di ujung tanduk jelang jeda internasional.