Stadion Sinigaglia menjadi saksi bisu malam kelam bagi Manchester United ketika mereka harus takluk dengan skor telak 1-4 dari tuan rumah Como. Kekalahan memalukan di ajang Liga Champions ini langsung memantik api kemarahan dari sang kapten, Bruno Fernandes, yang tampak begitu frustrasi setelah ditarik keluar lapangan pada babak kedua.

Petaka bagi Setan Merah sudah terasa sejak menit-menit awal pertandingan ketika lini belakang kembali rapuh. Ini merupakan laga Liga Champions kedua secara beruntun di mana Manchester United kebobolan dalam lima menit pertama, mengulang memori pahit saat takluk 2-0 dari Atletico Madrid sebelumnya. Como yang tampil trengginas sama sekali tidak memberikan ruang bernapas bagi tim tamu melalui gelontoran gol dari sepasang aksi Nico Paz, Tasos Douvikas, serta sundulan akurat Jacobo Ramon.

Selepas pertandingan, kemarahan Bruno Fernandes tidak bisa disembunyikan lagi di hadapan media. Gelandang kreatif asal Portugal itu secara terbuka menyiratkan ketidakpuasannya terhadap instruksi sang pelatih, Michael Carrick, khususnya terkait strategi bertahan yang diterapkan tim yang dinilai terlalu pasif dan kurang berani memberikan tekanan tinggi kepada lawan.

"Ini adalah keputusan dari staf pelatih untuk tidak melakukan pressing man-to-man dan terkadang membiarkan ruang di belakang," ungkap Bruno Fernandes kepada TNT Sports. Bahkan, laporan pinggir lapangan menyebutkan bahwa ia sempat melampiaskan kekesalannya dengan memukul bangku cadangan saat kembali ke dugout usai digantikan.

Hasil minor ini membuat posisi Manchester United tertahan dengan koleksi tiga poin dari tiga pertandingan fase grup Liga Champions. Sebaliknya, Como merayakan malam bersejarah mereka dengan mengantongi enam poin di musim debut di kompetisi antarklub paling elite benua biru ini, sementara tekanan besar kini mulai mengarah ke kursi kepelatihan Setan Merah.