Malam penuh mimpi buruk harus dirasakan oleh Manchester United saat bertandang ke markas debutan kompetisi Eropa, Como. Di bawah deaman pemandangan Pegunungan Alpen, Setan Merah dipaksa bertekuk lutut dengan skor telak 4-1 di Stadio Giuseppe Sinigaglia. Hasil minor ini sekaligus memperpanjang rentetan hasil negatif yang membuat posisi pelatih Michael Carrick berada di ujung tanduk setelah hanya mencatatkan dua kemenangan sepanjang musim ini.

Pertandingan baru berjalan dua menit ketika gawang tim tamu sudah harus bergetar. Berawal dari kelengahan lini belakang, Nico Paz melepaskan tendangan terukur yang gagal dihalau kiper Senne Lammens. Gol cepat ini mengulang catatan buruk United yang menjadi tim Inggris pertama dalam sejarah yang kebobolan dalam dua menit pertama di dua laga beruntun kompetisi mayor Eropa. Kegagalan Diogo Dalot memanfaatkan peluang emas di awal laga seakan merangkum betapa buruknya kualitas penyelesaian akhir skuad asuhan Carrick musim ini.

Dominasi Como semakin menjadi-jadi di babak kedua berkat taktik rapi yang diracik oleh Cesc Fabregas. Pertahanan United kian porak-poranda ketika pertandingan baru berjalan empat menit pasca-jeda. Nico Paz kembali menjadi mimpi buruk dengan memberikan umpan matang yang diselesaikan dengan sempurna oleh Tasos Douvikas untuk mengubah skor menjadi 2-0. Pergerakan tanpa bola dan pressing ketat tuan rumah membuat lini tengah Setan Merah sama sekali tak berkutik.

Penderitaan tim tamu semakin sempurna ketika Nico Paz mencetak gol keduanya lewat aksi individu memukau di sisi kanan pertahanan United. Tak berhenti di situ, Jacobo Ramón melengkapi pesta gol Como pada menit ke-76 lewat sundulan kepala memanfaatkan umpan silang Kaiki Bruno. Gol hiburan dari Josh Zirkzee di masa injury time sama sekali tidak mampu menghapus malu dari kekalahan terbesar klub peraih tiga gelar Liga Champions di kancah kontinental sejak tahun 1994 ini.

Dilansir dari The Guardian, situasi krisis ini diperparah oleh badai cedera yang memaksa Carrick menurunkan Matthijs de Ligt yang baru pulih dari cedera panjang. Meski memiliki sedikit alibi terkait terbatasnya sumber daya pemain, tekanan masif kini tak terelakkan jelang laga akhir pekan menghadapi Bournemouth di Old Trafford. Para suporter yang memadati tribun Lombardy pun meninggalkan stadion lebih awal dengan kekecewaan mendalam atas runtuhnya mentalitas bertanding tim kesayangan mereka.