Aksi kontroversial kembali melibatkan Marc Marquez ketika dirinya terlibat insiden senggolan dengan Marco Bezzecchi pada tikungan 1 dalam ajang MotoGP Qatar. Insiden tersebut langsung memaksa sang rival harus angkat kaki lebih cepat dan gagal melanjutkan sisa balapan sprint race di Sirkuit Lusail akhir pekan ini.

Banyak pihak menyoroti manuver berbahaya tersebut, namun sang pembalap asal Spanyol dengan tegas membela diri. Ia merasa tidak melakukan manuver di luar batas kewajaran saat melibas tikungan pertama, meski di sisi lain, senggolan keras itu tidak bisa dihindari dan membawa petaka bagi lawannya.

"Pada tikungan 1, sejujurnya, saya tidak melakukan hal apapun yang terbilang aneh," ujar Marquez menjelaskan situasi menegangkan tersebut kepada media, sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia. Ia berdalih bahwa posisinya masih berada di jalur balap yang biasa ia lewati tanpa ada niat sedikit pun untuk mencederai atau merugikan pembalap lain di lintasan.

Kendati demikian, drama di tikungan awal itu memberikan keuntungan tersendiri bagi sang juara dunia. Beruntung bagi Marquez, ia masih bisa menjaga keseimbangan kuda besi miliknya dan melanjutkan balapan dengan konsentrasi penuh hingga akhirnya sukses menyabet podium juara dan mengamankan tambahan 12 poin penting di klasemen.

Tambahan poin maksimal ini membuat posisinya semakin tak tergoyahkan di puncak klasemen sementara, di mana ia kini melebarkan jarak keunggulan menjadi 49 angka atas rival terdekatnya, Jorge Martin. Meski peluang mengunci gelar juara dunia di Qatar masih terbilang kecil karena butuh kombinasi hasil sempurna, tekanan psikologis kini sepenuhnya berada di pundak para pesaing terdekatnya.