Pebalap muda berbakat Veda Ega Pratama kembali membuktikan kapasitasnya di ajang balap internasional. Dilansir dari CNN Indonesia, Veda menunjukkan bahwa berbagai sanksi dan hukuman yang dijatuhkan bukanlah sebuah halangan berarti untuk tetap mendulang poin penting di lintasan.
Ujian teranyar harus dihadapi ketika dirinya dijatuhi penalti turun tiga posisi start pada seri Moto3 Qatar 2026. Hukuman tersebut bermula dari insiden pelanggaran bendera kuning saat sesi latihan bebas pertama yang menuntut sang pebalap bekerja ekstra keras sejak awal lomba.
Sebelumnya, pebalap andalan Indonesia ini sempat merasakan hukuman yang lebih berat di Sirkuit Balaton Park akibat dinilai melaju terlalu lambat pada sesi Q2. Meski sempat gagal mendulang angka pada seri tersebut, pengalaman pahit itu justru menjadi pelecut semangat untuk bangkit di seri-seri berikutnya.
Respon luar biasa diperlihatkan ketika Veda Ega Pratama harus start dari posisi ke-20 pada seri Moto3 Ceko 2026 karena akumulasi penalti turun 12 posisi. Alih-alih terpuruk di barisan belakang, ia secara luar biasa mampu melesat dan menyudahi balapan di tempat kelima untuk mengamankan tambahan 11 poin krusial.
Konsistensi mental tersebut kembali diuji pada seri Moto3 Austria tatkala ia diganjar hukuman double long lap penalty usai insiden dengan David Munoz. Sekali lagi, determinasi tinggi membawanya finis di posisi ke-13 dan tetap pulang membawa angka penting bagi catatan performa musim ini.
Rangkaian hukuman yang silih berganti ini tidak dipungkiri menjadi proses pembelajaran yang sangat berharga bagi perkembangan karier sang pebalap. Kemampuan beradaptasi di tengah tekanan besar membuktikan bahwa kualitasnya memang layak diperhitungkan di kancah balap dunia.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang