Mexico sukses mempertahankan gelar juara Concacaf U20 setelah mengalahkan Amerika Serikat dengan skor 2-0 di final yang digelar di Estadio Azteca, Mexico City, pada Minggu (28/7). Kemenangan ini terasa spesial karena diraih di hadapan pendukung sendiri, sekaligus membuktikan dominasi El Tri di level usia muda.

Namun, kemenangan Mexico tidak lepas dari kontroversi. Amerika Serikat harus bermain dengan 10 pemain setelah Chris Applewhite menerima kartu merah langsung pada babak pertama. Wasit menganggap tekel sliding yang dilakukan bek AS itu melanggar Hugo Camberos, meski tayangan ulang menunjukkan kontak yang sangat minim. Keputusan tersebut baru diambil setelah wasit meninjau VAR, dan memicu protes keras dari kubu Amerika.

Sebelum kartu merah tersebut, Mexico sudah unggul lebih dulu lewat sundulan Cristóbal Alfaro pada menit ke-28. Pemain muda yang memperkuat Atlante itu menjadi pahlawan kemenangan Mexico dengan mencetak dua gol. "Ini mimpi yang menjadi kenyataan. Meskipun saya mencetak gol, ini adalah pencapaian kolektif. Saya berterima kasih kepada para penggemar atas dukungan tanpa syarat mereka," ujar Alfaro usai pertandingan. "Ini pengalaman luar biasa bisa menang di kandang sendiri."

Alfaro menambah gol keduanya setelah jeda untuk memastikan gelar ke-15 Mexico di ajang ini. Gol tersebut tercipta setelah kiper AS, Kayne Rizvanovich, gagal mengamankan bola muntah dari sepak pojok, dan dengan mudah disambar oleh Alfaro dari jarak dekat. Sepanjang turnamen, Mexico tampil tak terkalahkan dan hanya kebobolan satu gol, sebuah statistik yang menunjukkan solidnya pertahanan mereka.

Kemenangan ini juga mengamankan tiket Mexico ke Olimpiade 2028. Sementara itu, AS sudah dipastikan lolos sebagai tuan rumah. Kedua tim juga telah memastikan tempat di Piala Dunia U20 2027 yang akan digelar di Azerbaijan dan Uzbekistan, berkat pencapaian mereka mencapai semifinal. Sebelum final, Mexico menyingkirkan Kanada, sedangkan AS mengalahkan Kosta Rika di semifinal.

Kontroversi kartu merah Applewhite tentu akan menjadi bahan perbincangan hangat. Namun, terlepas dari itu, Mexico layak mendapatkan pujian atas performa konsisten mereka sepanjang turnamen. Kini, El Tri muda akan bersiap menghadapi tantangan yang lebih besar di pentas dunia, dengan harapan bisa mengulangi kesuksesan di level senior.