Tekanan hebat kini tengah menghimpit Michael Carrick setelah Manchester United harus menelan pil pahit kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford. Rentetan hasil buruk ini membuat posisi sang juru taktik berada di ujung tanduk setelah sebelumnya juga takluk dari Como. Situasi di ruang ganti kian memanas menyusul keputusan kontroversial mencadangkan kapten Bruno Fernandes yang memicu sorotan tajam dari publik tribun.

Dilansir dari ESPN FC, kekalahan memalukan ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan Setan Merah menjadi sembilan pertandingan beruntun di semua kompetisi. Dalam konferensi pers pascapertandingan, pelatih berusia 45 tahun tersebut secara terbuka mengakui bahwa masa depannya kini sepenuhnya berada di luar kendalinya. Ia merasa pasrah menghadapi apapun keputusan manajemen klub ke depan, meski menegaskan kecintaannya yang mendalam kepada tim yang telah membesarkan namanya tersebut.

"Saya sepenuhnya memahami situasi ini dan tidak mengharapkan apapun secara khusus," ungkap Carrick usai pertandingan. Kendati tim tampil compang-camping di atas lapangan, pemandangan unik tersaji saat peluit panjang berbunyi ketika suporter justru memberikan aplaus hangat dan menyanyikan namanya saat ia berjalan meninggalkan lapangan hijau. Dukungan emosional dari tribun tersebut kontras dengan kemarahan suporter yang sebelumnya sempat melontarkan protes keras kepada jajaran petinggi klub.

Kemarahan suporter pada paruh kedua laga tidak hanya dialami oleh para pemain, tetapi juga mengarah langsung kepada keluarga Glazer serta Sir Jim Ratcliffe di kursi kehormatan. Suasana Old Trafford berubah menjadi tegang menyusul performa buruk yang tak kunjung memperlihatkan tanda-tanda kebangkitan. Di tengah situasi yang pelik ini, Carrick mengaku memiliki emosi yang campur aduk atas dukungan tak terduga yang ia terima dari para pendukung setali tiga uang dengan hasil minor di lapangan.

"Saya mungkin tidak menduga reaksi itu dari para suporter, tetapi saya selalu merasakan koneksi yang kuat dengan mereka," tambahnya. Kini, masa depan kepelatihan di Old Trafford berada di ambang jurang kepastian seiring manajemen klub yang harus segera mengambil langkah tegas. Kegagalan demi kegagalan di Premier League menuntut adanya perombakan besar agar Setan Merah tidak semakin terpuruk di papan klasemen musim ini.