Pelatih Manchester United, Michael Carrick, sama sekali tidak mau ambil pusing dengan masa depannya yang kini berada di ujung tanduk. Kursi kepelatihannya di Old Trafford mendadak panas menyusul rentetan hasil buruk yang menghantam Setan Merah, termasuk kekalahan memalukan tiga gol tanpa balas dari Bournemouth di kandang sendiri.
Situasi pelatih berusia 45 tahun itu semakin runyam setelah Bruno Fernandes dan kolega menorehkan catatan minor tanpa kemenangan dalam delapan pertandingan beruntun di berbagai ajang. Tekanan suporter kian membuncah mengingat posisi tim kini hanya berjarak tipis satu poin dari zona degradasi Premier League, belum lagi tersingkir dari Carabao Cup serta dibantai Como 1-4 di Liga Champions.
Dalam sesi jumpa pers pascalaga, Carrick menanggapi rumor pemecatannya dengan kepala dingin dan menegaskan komitmen profesionalnya terhadap klub. "Saya paham situasinya. [Tapi] saya tidak berharap apapun tentang hal tertentu, sejujurnya. Saya menanggapinya dengan biasa saja," ujar sang juru taktik menanggapi pertanyaan seputar masa depannya.
Meski berada dalam tekanan hebat, pelatih yang baru menempati posisi permanen musim ini tersebut mengaku masih menyimpan rasa cinta mendalam bagi klub yang pernah dibelanya sebagai pemain. Ia bertekad untuk terus memberikan dedikasi terbaik kendati masa baktinya terancam
"Saya mencintai tempat ini dan akan tetap melakukan yang terbaik. Selalu seperti itu untuk klub ini, terlepas dari apapun keputusannya nanti. Saya tidak berharap apapun saat ini," tambah Carrick dengan nada pasrah namun tetap tegar.
Di tengah badai krisis yang melanda Old Trafford, bursa calon pengganti mulai memanas dengan mencuatnya dua nama kandidat kuat pelatih baru. Dilansir dari CNN Indonesia, Eddie Howe dan Julian Nagelsmann kini masuk dalam radar manajemen untuk segera mengambil alih kendali tim jika pemecatan benar-benar terjadi dalam waktu dekat.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang